Welcome 2024
Hai dear.
Assalamu'alaikum.
Apa kabar?
Wah tak terasa waktu sangat cepat berlalu. Sebenarnya sejak akhir tahun kemarin aku sudah banyak sekali berfikir tentang apa yang sudah aku lakukan? Apa yang harus aku lalukan? Apa yang harus aku capai dan targetkan? Apa yang aku mau?
Aku depresi. Aku beberapa kali merenung kenapa aku menjadi seperti ini. Apa yang aku rasakan adalah "Kenapa aku tidak bahagia? Kenapa aku tidak bahagia dengan memiliki anak? Kenapa aku sangat tertekan?". Sejujurnya aku tak paham sama sekali dengan apa maunya Tuhan kepada diriku. Apa maunya Tuhan menghadirkan anakku, dan suamiku. Rasanya abu-abu.
Sampai akhirnya aku menemukan sebuah ide, "Lebih baik aku bekerja keras menghasilkan uang sehingga bisa membayar asisten untuk menjaga anakku. Sepertinya lebih baik seperti itu. Karena aku sangat-sangat kewalahan dengan anakku. Aku tak bisa hanya menjadi IRT karena aku paham betul, diriku tak begitu menyukai anak-anak."
Aku merasa kagum dan terheran-heran memang, "Kenapa orang-orang punya banyak anak? Apakah mereka bahagia dengan anaknya yang banyak? Apa yang membuatnya bahagia dengan punya banyak anak? Apakah karena karena mereka kuat finansialnya untuk memenuhi semua kebutuhannya tanpa ada drama?
Well.
Begitulah awal tahunku yang sangat penuh sesak.
Begitulah aku akan menghadapi setahun mendatang.
See you.
