"Adapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia, akan tetap ada di bumi."
(Penggalan QS. Ar Ra'd : 17)


Ketika poligami menjadi sesuatu yang menakutkan, kami sudah menjalaninya dengan menyenangkan. Aku dikaruniai 3 istri yang sangat mendukung perjuanganku. Ketiga istriku saling bersinergi menghadirkan surga di dunia ini menuju surga sebenarnya nanti.

Aku menikahi istri pertamaku pada saat usiaku masih sangat belia. Aku jatuh hati pada pandangan pertama. Tak perlu waktu lama untuk memproses pernikahanku. Istri pertamaku sangat sayang kepadaku, ia selalu menuntun dan membimbingku setiap aku ditimpa masalah dalam hidup. Aku tak akan pernah kehilangan cinta kepadanya.

Istri pertamakulah yang menunjukkan aku pada calon istri keduaku. Aku banyak mengetahui dia dari istri pertamaku itu. Begitu banyak hal yang menarik yang ditunjukkan calon istri keduaku itu, maka tak perlu waktu lama, akupun segera menikahinya. Aku begitu bersemangat, bergairah hidup bersama keduanya.

Tak berhenti sampai disini kebahagiaanku. Kedua istriku itu membujukku untuk segera memperistri seorang akhwat shalihah yang aku sendiri belum pernah mengenal dia sebelumnya, kecuali dari selembar biodata dan sehelai pas foto hitam putih ukuran 4×6. Bahkan usiaku belum genap 22 tahun saat itu. Tapi karena aku sudah sangat percaya kepada kedua istriku itu, maka dengan mengucap bismillah aku menikahi istri ketigaku.

Alhamdulillah lengkap sudah kebahagiaanku, apalagi di kemudian hari dari rahimnya terlahir 5 orang anak yang lucu-lucu. Tapi dibanding yang lainnya, istri ketiga ini paling banyak berkorban. Demi kedua istriku sebelumnya, dia lebih banyak mengalah untuk memberiku waktu lebih banyak bersama mereka. Dia sudah tahu bahwa aku menikahi istri pertama dan kedua atas dasar cinta, tapi aku menikahi istri ketigaku atas dasar cintaku pada kedua istriku pertamaku itu. Cinta itu baru tumbuh belakangan, setelah kutahu bahwa dia begitu cinta kepadaku. Istriku ketigaku pun sangat hormat, cinta dan sayang kepada dua istri pertamaku.

Istri pertamaku bernama Ilmu, dia begitu bercahaya di hatiku. Istri keduaku bernama Dakwah, ia begitu menginspirasi gerak kehidupanku. Dan istri ketigaku itulah istriku sebenarnya, yang rela menikah denganku atas bimbingan Ilmu dan Dakwah . Semoga cinta ini kekal hingga ke surga.

Jakarta, 2017 | ©www.anitasarisukardi.com

Image Source: No Image

#SerialBaca
1. Perhatikan baik2 mulai kita datang dan bertanya informasi apakah disambut dengan baik, ramah, di jelaskan dengan sabar; atau malah sebaliknya tidak ada yang menyapa, tidak ramah, tidak paham info dan di pimpong kesana kemari.
Itu artinya secara sistem dan kesiapan sekolah dan sumber dayanya masih berantakan dan tidak terkordinasi dengan baik; itu akan sangat berdampak pada anak saat proses belajar mengajar berlangsung. Jika gurunya tidak ramah pada kita saat itu Bisa dipastikan banyak guru yang tidak ramah, tidak sabar pada saat mengajar anak kita disekolah.
2. Pada saat kita bertanya tentang sekolah, apakah sekolah meminta komitment pada orang tua, jika perlu dalam bentuk resmi di tanda tangani untuk mengajak orang tua bekerjasama dalam menyelesaikan masalah anak secara tuntas hingga ke rumah, atau lebih banyak membahas syarat2 administrasi pendaftaran dan biaya2 yang harus di bayarkan ?
Itu artinya sekolahnya lebih fokus pada administratif dan keungan daripada ke anak didiknya dan proses pendidikannya. Sekolah semacam ini biasanya terlihat mentereng dan keren tapi muridnya banyak mengalami masalah dan tertekan.
3. Apakah banyak tukang jualan makanan yang tidak jelas di depan sekolah? atau memiliki kantin sendiri atau anak malah di anjurkan membawa bekal dari rumah.
Jika sekolah membiarkan banyak tukang jualan maknan dan anak dibolehkan membelinya berarti sekolah tersebut tidak peduli pada kesehatan anak kita terutama pada makanan yang berpotensi mengandung racun atau bahkan narkoba (zaman sekarang banyak gula2 yang disisipi narkoba - seperti berita2 investigasi di tv).
4. Pergilah ke kantin sekolah tersebut saat anak2 istirahat dan makan disana; perhatikan apa obrolan mereka, apakah mereka menggunakan kata yang halus dan sopan atau sebaliknya; dan bagaimana mereka bergaul disana apakah lebih banyak memuji atau mengejek atau malah "nge gank" dan tidak membaur saat makan;
jika anak membicarakan hal-hal negatif dan melakukan hal-hal negatif itu artinya prilaku itulah yang nanti akan ditularkan pada anak kita dan dibawa pulang kerumah. Artinya sekolah kurang peduli pada perkembangan akhlak anak.
5. Pergilah ke Toiletnya setelah lihat kelasnya ; apa bila toiletnya kotor dan bau; jelas bahwa sekolah tersebut tidak peduli pada kebersihan. Karena Toilet adalah ukuran kebersihan sekaligus barometer kepedulian dari pihak pengelola terhadap institusi yang dipimpinnya.

Jakarta, 2017 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: No Image

Ilmu
***

#SerialBaca
Ilmu bukanlah diukur dengan seberapa "rajin" seseorang menghadiri majelis ilmu (tanpa menafikan wajibnya menuntut ilmu & menghadiri majelis ilmu) atau seberapa banyak orang memanggilnya "ustadz".
Tetapi ilmu adalah sejauh mana rasa TAKUT seseorang kepada Allah. Yang dengan rasa takutnya itu ia akan senantiasa melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Yang dengan rasa takutnya itu ia akan senantiasa menjaga relung-relung hatinya dari sifat ujub, sombong, hasad, dusta dan berbagai penyakit hati lain yang dapat membinasakannya.

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Ilmu itu bukanlah banyaknya (hafalan) riwayat, melainkan rasa takut (kepada Allah).” (Al Fawa’id, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah).

ORANG YANG TAKUT KEPADA ALLAH, itulah ORANG YANG BERILMU, yang dengan ilmunya menyampaikan RASA TAKUT KEPADA ALLAH.

Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya yang TAKUT KEPADA ALLAH di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama (orang yang berilmu).” (QS. Fathir: 28).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menjelaskan: “Maknanya adalah, tidak ada yang merasa takut kepada-Nya kecuali SEORANG YANG BERILMU. Ini artinya, Allah memberitakan bahwa SETIAP ORANG YANG TAKUT KEPADA ALLAH maka ITULAH ORANG YANG BERILMU.”


Bandung, 2016 | ©www.anitasarisukardi.com
Material Source : Al-Iman, takhrij Syaikh Al-Albani rahimahullah
Image Source : Unkown


Golden Habbit

#SerialBaca
Sebagai makhluk yang Allah ciptakan secara sempurna, maka masing-masing individu wajib untuk menjadi pribadi yang baik. Pribadi yang baik adalah pribadi yang mampu di terima oleh diri sendiri dan orang lain.


Lantas bagaimana seseorang bisa menjadi pribadi yang lebih baik? Berikut ini adalah beberapa kebiasan yang dapat dilakukan seseorang untuk menjadi pribadi yang lebih baik:

  1. Sholat
    Membiasakan (a) Shalat Fardhu di awal waktu dan berjama’ah; (b) Shalat Tathawwu’: shalat sunnah rawatib, dhuha, tahajjud,taubat atau tasbih.
  2. Puasa Sunnah
    Membiasakan puasa sunnah (3 hari sebulan, Senin- Kamis, atau seperti puasa Nabi Daud).
  3. Zakat Infaq Shodaqo
    Zakat wajib = 2,5 persen dari total penghasilan. Infaq dan sedekah secara istiqomah misalnya satu hari menyisihkan uang 2.000 rupiah untuk Palestina. Atau semampunya.
  4. Adab Islami
    Membiasakan beradab(cara-cara) islami dalam setiap kegiatan yang diajarkan oleh rasul.
  5. Tadarrus Al Qur’an
    Membiasakan tadarrus Al-Qur’an secara rutin, misalnya 1 juz 1 hari sehingga mampu khatam dalam sebulan, jika tak sanggup sebulan 1 juz baca 1 hari satu lembar, jika tak sanggup baca 1 halaman, jika tak sanggup baca satu ayat, jika tak sanggup baca satu ayat.
  6. Membaca ilmu
    Membiasakan membaca hal yang bermanfaat, misalnya minimal 1 jam per hari untuk membaca buku, jika tak sanggup maka semampunya.
  7. Liqo (mengaji)/Pengajian Umum
    Membiasakan diri untuk mengaji minimal 1 minggu sekali. Berkumpul untuk berdzikir kepada Allah.
  8. Berjamaah & Berorganisasi
    Dalam rangka mengajak kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf (perbuatan yang mendekatkan kepada Allah) dan mencegah perbuatan dari yang munkar.
  9. Berpikiran Positif
    Membiasakan diri untuk berpikir positif dalam segala hal, terutama ketika menyikapi sesuatu hal yang terjadi.
  10. Olahraga
    Biasakan olahraga untuk menjaga kesehatan minimal 1 minggu sekali(dengan perbanyak jalan), naik gunung atau jalan-jalan ke pantai, bersepeda, dan makan yang halal dan toyib.

Taman Menteng - Jakarta, 2017 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Personal Album



#SerialBaca
Agama ini (Islam) sangat sempurna, dia mengajarkan segala hal yang kita dibutuhkan untuk tetap berada jalan yang lurus. Selain untuk diri sendiri, agama ini pun mengajari kita bagaimana kita untuk berhubungan dengan orang lain. Termasuk memberikan bantuan kepada orang lain.

Berikut adalah beberapa pertimbangan yang harus kita fikirkan ketika akan memberikan bantuan kepada orang lain:
  1. Apakah saya mampu untuk memberikan sejumlah uang ini?
  2. Apakah langkah ini tidak membuat saya merasa dirugikan?
  3. Apakah langkah saya ini tidak merugikan dia dalam jangka panjang?
  4. Apakah ada langkah lebih baik yang bisa saya lakukan untuk melakukan pemberian ini?
  5. Apakah ada jalur yang lebih aman atau tepat atau bermanfaat untuk membantu pemberian ini?
  6. Apakah saya orang yang tepat untuk membagi ini?
  7. Apakah saya tidak berlebihan?
Jakarta, 2017 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Unkown

#SerialLiqo
Berlelah-lelah kami berjuang untuk memeluk akhirat, sesungguhnya cukuplah dunia ini menjadi persinggahan.

Rasanya begitu terlambat saya berbagi materi apa yang telah saya dapatkan dari tarbiyah. Ah begitu bodohnya saya, kenapa harus terlambat menyadari apa itu arti berbagi hanya karena ketakutan yang nanti akan saya pertanggungjawabkan. Sudahlah. Cukuplah hati ini tertuju, yang jelas berbagi bukanlah perihal uang atau barang. Tak apalah, dibanding tidak sama sekali.

***

Kesinambungan dalam tarbiyah mempunyai 3 prinsip dasar. Antara lain sebagai berikut:
  1. Murabbi dan muttarabbi harus didasari keimanan, niat yang ditujukan hanya kepada Allah.
  2. Adanya hubungan yang harmonis antar anggota tarbiyah.
  3. Pengorbanan yang tulus pada masing-masing individu.

Kenapa tarbiyah harus dilakukan seumur hidup? Kenapa tarbiyah "Never ending?"
  1. Tarbiyah bertujuan untuk mensolehkan diri.
  2. Tarbiyah bertujuan untuk mensolehkan orang lain.
  3. Untuk pencapaian point 1 dan 2 tidak bisa dilakukan dengan instan. Karena itulah tarbiyah harus dilakukan dengan ekstra sabar.
  4. Karena kadar keimanan naik turun, maka tarbiyah menjadi reminder bagi pelakunya.

Lalu apa perbedaan tarbiyah dengan majelis?
  1. Tarbiyah sebagai fungsi kontrol, karena antar anggota akan saling mengingatkan, menguatkan dan saling mengevaluasi.
  2. Tarbiyah berjalan 2 arah, antara yang memberikan materi dengan peserta terdapat komunikasi. Namun bukan hanya sekedar komunikasi peserta bertanya dan pemateri menjawab pertanyaan. Yaitu lebih ke porsi evaluasi dan perhatian.

Di dalam tarbiyah, terdapat ukhuwah. Di mana tingkatan ukhuwah sebagai berikut:
  1. Saling mengenal
  2. Saling memahami
  3. Saling menolong/membantu
  4. Saling menanggung
  5. Mendahulukan Orang lain
Tingkatan ukhuwah dipelajari sebagai bekal untuk bermasyarakat yaitu dalam adab berhubungan dengan orang lain.

Said Naum - Jakarta, 27 Agustus 2016 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: No Image

#SerialLiqo
Ada masaku untuk berbagi, mungkin ini saja. Catatan kecil dari apa yang aku dapat. Yang aku coba mengamalkan dengan segenap jiwa dan raga. Langkah kecil untuk mengejar keridhaan dari Allah. Tuhanku.
*** 

Dinamakan bulan Dzulhijjah, karena orang Arab, sejak zaman jahiliyah, melakukan ibadah haji di bulan ini. Orang Arab melakukan ibadah haji sebagai bentuk pelestarian terhadap ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihissallam. Dzulhijjah adalah bulan keduabelas dan terakhir dalam penanggalan hijriyah. Umat Islam berbeda pendapat dalam menentukan awal Dzulhijah.

Berikut adalah keutamaan 10 hari awal di bulan Dzulhijjah:

1. Dari Ibnu Abbas, Rasul bersabda:
“Tiada hari-hari yang amalan sholeh di dalamnya lebih dicintai oleh Alloh daripada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.” Para sahabat bertanya: “Wahai Rosululloh, tidak pula jihad di jalan Alloh?" Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam menjawab: "Tidak juga jihad di jalan Alloh, kecuali seorang yang berangkat dengan jiwa dan hartanya kemudian tidak ada yang kembali sedikit pun " 
[HR al-Bukhori. Lafadz ini dari riwayat at-Tirmidzi]

2. Dari Jabir bin Abdullah, Rasul bersabda:
"Hari yang paling utama di dunia adalah hari sepuluh Dzulhijjah."

3. Ayat Al Quran
"Dan demi malam yang sepuluh." (Qs. al-Fajr: 2)

Keutamaan Orang yang Meninggal Syahid vs Malam Lailatul Qodar
a.  Jenasah orang mati syahid adalah suci. Jenasah tidak perlu disucikan terlebih dahulu ketika akan dibumikan. Jenasah orang yang meninggal di malam lailatul qadar masih disucikan.

b.  Orang meninggal karena syahid sudah dijamin Allah masuk syurga (sudah pasti) dan terlihat orang manusia awam. Orang yang meninggal di malam lailatul qadar hanya Allah dan orang-nya saja yang tahu.

c.  Orang yang meninggal syahid akan secara langsung melewati syiratalmustaqim. Orang yang meninggal dengan keutamaan lailatul qadhar akan mendapatkan kemudahan saja (cepat, lari, merangkak).

Amalan-amalan pada bulan dzulhijjah
1. Berhaji
2. Berkurban
   “Jika telah masuk sepuluh hari pertama Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian ingin berkurban, maka janganlah ia mengambil rambut dan kulitnya sedikitpun.” 
[HR. Muslim]

   Ada beberapa ulama berpendapat bahwa berkurban hukumnya menjadi wajib, apabila mampu.

3. Sholat Ied
4. Puasa Sunnah
   Diutamakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, namun jika ingin 10 hari di awal bulan dzulhijjah diperbolehkan karena puasa sunnah 9 Dzulhijjah (Puasa Arafah) dilakukan untuk mengikuti keadaan Wukuf orang yang sedang berhaji.

5. Sholat Malam
6. Dzikir
7. Menuntut Ilmu
8. Sedekah
9. Tilawah

Semoga Allah meridhai ilmu kita, semoga Allah mengampuni kita semua. Amin

Naum - Jakarta, 02 Maret 2016 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: No Image

Full Moon at Jakarta
***

Tak pernah menyangka kalau malam ini kau terlihat begitu sempurna tanpa keraguan padahal seharian hujan deras mengguyur kota Jakarta. Aku berjalan pelan melalui genangan-genangan air sisa-sisa hujan tadi. Tanpa sadar aku pun hanyut dalam kenangan-kenangan itu.

Quran, Buku, Pantai dan Kota Bandung, dua hal yang akan selalu mengingatkanku padamu. Aku berjanji pada diriku, aku akan melupakan rasa yang tak pantas itu. Orang-orang menyebutnya "Cinta". Aku sendiri tak paham tentang apa itu, sesuatu yang lain dan tentu sesuatu yang berbeda.

Lambat laun aku semakin mengerti, tentang apa itu. Mungkin Allah mempertemukanku denganmu untuk membuatku belajar dan lebih mengerti tentang kehidupan. Saat ini, ketika Allah memperkenankan kamu menyapa aku jauh lebih tegar. Kamu ujian untukku, dan aku pun ujian maut untukmu.



Jakarta, 14 November 2016 | ©www.anitasarisukardi.com
 Image Source: Personal Album

Tak ada salahnya kita lebih mementingkan diri sendiri daripada orang lain, namun jangan terlalu lama. Jangan terlalu nyaman dengan kesendirianmu.

*** 

Kini baru aku mengerti, tak selalu apa yang kita lakukan itu baik. Mungkin baik di matamu. Namun tahukah kau bahwa bisa jadi itu menjadi pisau tajam yang bisa memutus denyut nadi kawanmu?

Pusing bukan kepalang memang, kalau misalnya kita selalu memikirkan orang lain. Tapi setidaknya menjadi dewasa dan lebih bijak itu yang harus kita mampui. Dewasa yang bukan sekedar umur. Namun sayangnya ketika kita bersikap demikian, pasti ada saja pihak yang tidak akan mengerti dan tak ingin belajar memahami.

Ketika kita berhadapan dengan orang lain, dimanapun itu termasuk di tempat kerja. Jangan pernah "SOK TAU", kalaupun kamu memahami sesuatu maka cukuplah kamu untuk memastikan. Jangan mendahului, i mean masing-masing orang itu memiliki cara pandangnya sendiri. Ketika kamu bertindak demikian yang pasti akan membuat orang lain terluka.

Jakarta, 2017 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: No Image



Mungkin kita lebih baik berpisah sementara,
sejenak menjadi kepompong dan menyendiri,
berdiri malam-malam, bersujud dalam-dalam

Bertafakur bersama iman yang menerangi hati,
hingga tiba waktunya menjadi kupu-kupu yang terbang menari

Malantun kebaikan di antara bunga,
menebar keindahan pada dunia


Mencintamu dalam diam,
Tak ada kesempatan di dunia ini untuk berbicara akan cinta,
dan biarkan ia tetap diam

Jika memang benar diam itu bukan milikku,
biarkan Allah yang menghapuskan cinta ini dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang lebih berhak

Entah di dunia atau,
akhirat

Waktu berlalu,
biarkan mencintai dalam diam menjadi memori tersendiri di sudut hati ini, 
menjadi rahasia antara aku dengan Sang Pemilik hati, Sang Pembolak Balik Hati

Aku belajar mencintai dengan keimanan dan ketundukanku untuk Allah
Aku berjuang agar menang dari nafsuku
Aku berjuang menjaga malu dan memelihara kesucian hati ini

Ujung lidah yang lunak tak akan pernah terlukiskan oleh aktifitas,
yang mampu engkau lihat dengan mata telanjang

Inilah caraku mencintaimu,
belajar mencintai dengan cara Fatimah dan Ali
cinta yang disatukan dengan iman
Berharap menjadi fatimah yang tak sekalipun mengungkap rasa pada Ali
Dan membawamu menjadi Ali bin Abi Thalib yang tak akan mengecewakan bahkan menduakan  

Teman

Aku yang hanya sanggup membaca kisah kalian, aku yang hanya sanggup mendoakan kalian. Aku tak berharap kalian akan mengingatku. Cukuplah aku disini dengan rindu ini.

Memori-memori itu membuka lembarannya. Tak lama memang kita dekat, atau bahkan mungkin kalian juga tak berfikiran kita dekat sama sekali. Namun entah apa yang membuat gerangan hati ini slalu ada kalian. Mungkin kalian sibuk dengan cara kalian masing-masing. Kalian sibuk dengan cerita-cerita baru yang kalian torehkan untuk masa depan, sama juga hal-nya denganku.

Kamu sekarang sudah di dunia sana. Aku ingat ketika kita bermain gerobak, dan seketika aku melambung ke atas. Ternyata gerobak itu terjungkit. Aku ingat ketika kita rasa-rasanya terbang, yang ketika kita sadar ternyata pohon yang kita naiki tumbang. Alm. Agustin Separingga

Sahabat, film ini bagus loh. Sahabat aku ingat kali ketika kita nonton film the parfume itu. Kau di dekatku melihatnya takjub. Aku masih sangat ingat berkali-kali kau memanggilku sahabat. Sahabat ati-ati ya, sahabat kok kamu kurus sih. Haha, nyatanya sekarang aku gendut sahabat. Aku tak sanggup mengingatku, aku takut kamu di sana terbebani oleh aku yang di sini menginginkanmu. Silvia Nungki

Aku ingat ketika kamu membawa susu kotak itu, yah. Kamu dengan segala kegalakanmu padaku. Engkau yang sibuk dengan macam-macam urusanmu, tapi aku tau kala itu Allah mengirimkanmu untukku. Dan kita yang bersama hingga larut malam di kampus. Aku rindu kebersamaan kita, aku rindu tutur katamu padaku. Dwi Julya Fatmasari

Kala itu kamu terbaring dirumah sakit, kurus. Kurus sekali. Aku hanya sanggup menahan air mata dalam hati. Karena aku tau aku bukan orang yang dekat denganmu, kamu dengan banyaknya kawanmu. Tapi aku suka sekedar, mba bla bla bla. Aku merindukanmu, yang engkau dengan pelukan hangatmu menenangkanku. Maulida Mafaza

Gorengan gorengan itu, tiap pagi, tiap liqo. Kamu tak capek-capeknya mengakuiku sebagai teman dengan segala sikap keababilanku. Aku rindu ketika kamu bilang, "ih nita ih". Yuniar S

Nyit nyit, pie pie. Iyah mah. Slalu saja dengan panggilan itu. Iya kan Mah? Niken Desi

Aku ingat kita tidur seranjang, aku ingat kita selalu jadi korban HIMATEK, aku selalu suka mengantarmu. Kita yang sering jalan sampai larut. Kiki Agnia

Aku ingat kala itu kita masak sayur asem. Ikan asin. Ah, suka sekali. Jalan-jalan bareng. Ih pernah ke pantai dong (kita cewe cuma berdua). Trus yang satunya slalu saja kalem. Aku berdoa untuk kalian cepat menikah. Hihihi. Iffa Tyara & Rayhana Meutia Asman, Dini H.

Kita satu atap, kita yang sering makan bersama. Kita yang sering menghabiskan waktu bersama. Kini kau jauh di sana. Surabaya. Dan kau yang kini sudah menikah. Aku ingat saat kalian berdua bertengkar, anak kecil memang. Tapi aku merindukannya. Citra Najih & Dede Ayu Lestari

Aku ingat kala itu kita pergi ke bogor, dan aku menangis di sana. Yah perjalanan itu, aku merindukannya. Aku rindu sekedar dipeluk olehmu. Ingatkah kamu kita sering luntang-luntung berdua? Intan Afiah

Kamu meninggalkanku sangat jauh. Kita berbeda kini dan aku sangat paham. Kau dengan anak cantikmu, bahkan bagiku dia juga anakku. Aku rindu kita berdampingan menuju stadiun manahan hanya untuk olahraga. Aku rindu setiap hari kita duduk di bangku yang sama, meskipun mungkin kala itu aku tak berarti bagimu atau bahkan bagi 2 orang yang slalu di depan bangku kita atau belakang kita. Aku selalu menepis otakku yang selalu berfikir mungkin aku hanyalah kartu pengganti. Ardi Wijayanti

Aku tahu, kau lebih kuat seratus kali lipat dibandingkan aku. Aku tahu kau selalu sibuk dengan aktivitas dakwahmu. Aku tahu kau sangat menyayangiku entah itu hanya anganku atau bukan. Tapi aku bahagia. Aku ingat ketika kita pergi ke masjid berdua. Aku menunggumu dengan ribuan bacaan sedang engkau sibuk bekerja. Aku yang bingung mencarimu karena aku kehilangan barang-barangmu. Aku rindu kita yang tak punya banyak kata-kata ketika bertemu namun berkaca-kaca. Sofia Octafiani Dewi

Aku tak pernah punya teman sebaik kalian di hati ini. Aku tak butuh kalian untuk selalu ada untukku. Cukuplah doa dan Allah yang akan menyatukan kita. Mungkin inilah cinta yang selalu bertepuk sebelah tangan bagiku. Tapi aku bersyukur, karena aku masih memiliki Allah yang slalu di tiap hembus nafasku.



Bandung, 2016 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Unkown