"Adapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia, akan tetap ada di bumi."
(Penggalan QS. Ar Ra'd : 17)

Gerakan Koin Adara

Kesuksesan tidak akan pernah mengkhianati kerja keras.

Tidak terasa bulan ini sudah memasuki bulan ke-4 sejak diresmikannya gerakan KOINADARA. Siapa yang sangka jika kekuatan uang koin akan sekuat uang kertas? Jangan sekedar menilai besarnya nominal yang ada, namun mari kita nilai dari setiap ketulusan yang dihadirkan dari uang-uang tersebut.

Aktivitas gerakan KOINADARA akan direkap setiap 3 bulan sekali. Dalam rekap tersebut kita akan melihat bagaimana perkembangan gerakan KOINADARA ini. Perkenankan saya Anita Sari Sukardi, untuk melaporkan aktivitas bulan I Gerakan KOINADARA. 

Aktivitas Gerakan Koin Adara Bulan I

Alhamdulillah dari gambar di atas, nominal Gerakan KOINADARA tiap bulan semakin bertambah. Jika teman-teman berminat untuk ikut andil dalam perjuangan Palestina ini, silahkan buka tautan di bawah ini yaaa.

CARA BERGABUNG DENGAN GERAKAN KOIN ADARA!!!


Jakarta, Tuesday 29th August 2017
www.anitasarisukardi.com
[image source: Adara Relief International, Anita Sari Sukardi]

Kelas Inspirasi Jakarta 2017 (Angkatan 6)

Padamu anak-anakku, aku titipkan masa depan negeri ini di tangan kalian. Namun saat ini kalian di tangan kami.
- Anita Sari Sukardi

Aku yang sedang menikmati segarnya Ice Lecci (Minuman kesukaan pengganti Ice Kopi Hitam) di salah satu sudut di Cafe Bugis Kafetiam tersenyum mengingat kala itu.

Beginilah aku yang selalu menghabiskan cuti untuk kegiatan-kegiatan yang aku anggap spesial. Bagiku palestina, yatim, orang tua (sepuh), pendidikan dan kesehatan adalah kegiatan spesial itu. Jika kalian bertanya "Kenapa" mungkin aku hanya akan menjawab "Ya karena itu" karena aku yakin apabila aku menjelaskan panjang lebar kalian tetap tidak akan mengerti. Cukuplah aku saja kenapa aku memilih fokus hidup untuk itu.

Pelaksanaan kelas inspirasi pada Senin, 14 Agustus 2017 yang lalu. Hari-hari menjelang pelaksanaan KI cukup membuatku gila memang. Pekerjaan kantor yang menggila karena project yang aku pegang sudah masuk delay, dateline tugas kuliah yang tidak punya ampun sedikitpun, Ujian Akhir Semester yang mau tak mau harus diperjuangkan dengan mati-matian, sidang Proposal yang tidak kalah ikut andil, dan Kelas Inspirasi yang menanti dengan beberapa tugasnya.

Seiring dengan waktu yang berlalu, satu per satu proses itu terlewati dengan syukur. Alhamdulillah hari pelaksanaan kelas inspirasi pun berjalan dengan sukses. Aku kala itu selain sebagai inspirator diamanahi pula sebagai MC Closing. Aku mencoba memberikan yang terbaik yang aku bisa.


Ngajar SD Rawaterate 02 Kelas 5

Ngajar SD Rawaterate 02 Kelas 2

Tim Kelas Inspirasi Jakarta 2017 - Kelompok 04

Senyum anak-anak, harapan anak-anak, harapan ibu/bapak guru, dan harapan kami para inspirator. Menjadi penutup acara tersebut. Semoga Allah meridhai setiap langkah kecil yang kami semua ikhtiarkan. Semoga Allah mengampuni segala dosa, dan menerima taubat kami.

Jakarta, 25 Agustus 2017 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source : Personal Album

Senja Di Palestina

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

***

Begitu indah Allah mengisahkan tentang Al Aqsha. Al Aqsha menanti para pejuang yang lebih jauh. Masalah Palestina bukan hanya masalah umat Islam, bukan hanya masalah keimanan kaum muslimin, namun dia adalah juga masalah kemanusiaan.

Politik Apartheid diberlakukan Israel kepada warga Palestina, bangsa pewaris dan pemilik tanah para nabi yang telah mereka rampas..

Tahukah Engkau akan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan zionis Israel pada bangsa Palestina? Listrik hanya dinyalakan 4 jam dalam sehari, UU yang melegalkan Israel untuk memenjarakan anak-anak berusia minimal 12 tahun tanpa proses persidangan, pajak 40% dari penghasilan warga Palestina, teror dan penembakan di tempat bagi para pendemo, pemukulan dan pengusiran paksa kepada para penjaga masjid Al-Aqsa baik laki-laki maupun perempuan (murobithin dan murobithoh), penghinaan terhadap kesucian masjid Al-Aqsa.. Yang paling biadab adalah slogan mereka "one shoot for two" untuk menembak mati perempuan Palestina yang sedang hamil.

Dan masih banyak berbagai bentuk kejahatan kemanusiaan lainnya yang zionis Israel lakukan atas bangsa Palestina.

Siapakah sesungguhnya yang berperilaku teroris? Masihkah kita akan tinggal diam padahal kita mengetahui kezaliman yang dihadapi bangsa Palestina setiap saat?

Lakukan sesuatu, saudaraku.

Lakukan sesuatu seperti yang diamanahkan baginda Rasulullah saw kepada kita semua.

  عَنْ مَيْمُوْنَةَ مَوْلاَة النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم:أَنَّهَا قَالَتْ: يَا رَسُوْلَ اللهِ اَفْتِنَا فِي بَيْتِ الْمَقْدِسِ ، فَقَالَ: اِئْتُوْهُ فَصَلُّوا فِيهِ ــ وَكَانَتْ الْبِلاَدُ إِذْ ذَاكَ حَرْبًا ــ فَاِنْ لَمْ تَأْتُوْهُ فَابْعَثُوْا بِزَيْتٍ يُسْرَِجُ فِي قَنَادِيْلِهِ) رواه أحمد و أبو داود

Dari Maimunah, istri Rasulullah SAW ia bertanya, "Yaa Rasulullah, berilah kami fatwa tentang Baitul Maqdis." Rasul menjawab, "Pergilah dan sholatlah di sana -kondisi Palestina saat itu sedang terjadi perang-  jika kamu tak dapat pergi ke sana maka kirimkan minyak untuk menyalakan lampu-lampunya." (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Saudaraku yang dirahmati Allah.

Sesungguhnyalah banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina.

Pertama.. Pahamilah bahwa permasalahan Al-Aqsa, Al-Quds, dan Palestina bukan sekedar masalah sosial, ekonomi, kekerasan dan penjajahan. Namun ini adalah masalah keimanan pada Allah dan RasulNya, dan yang paling sederhana serta tidak perlu materi yang banyak adalah untaian doa tulus dan khusyuk bagi bangsa Palestina.

Kedua.. Bahwa kita semua setelah berdoa, harus turut menjaga dan menyuarakan Al-Aqsa, Al-Quds dan Palestina dengan berbagai cara agar tercatat di hadapan Allah bahwa kita turut menorehkan tinta emas dalam perjuangan bangsa Palestina menjaga tanah wakaf yang diberkahi.

Ketiga.. Siapapun kita.. Apapun peran dan potensi yang dimiliki, jadikanlah itu sebagai saham yang bisa kita sumbangkan untuk membela A-Aqsa dan Palestina.

Keempat.. Al-Aqsa dan Palestina memanggil kita semua, bahkan memanggil siapapun yang memiliki nurani untuk membantu perjuangan disana..

Mari saudaraku.. Kita bahu membahu, bersatu dan lupakan perbedaan yang kadung ada diantara kita untuk menolong saudara-saudara kita, bangsa Palestina, karena sesungguhnyalah kita yang membutuhkan mereka.. Merekalah -5 juta penduduk Palestina- sebagai garda terdepan bagi 1,7 milyar umat Islam sedunia, yang menjaga tanah wakaf yang diberkahi..

Allah Yang Maha Agung akan menolong hambaNya yang menolong saudaranya dari kesulitan.. Kelak kepada siapa kita akan memohon pertolongan di hari yang tiada sesiapapun bisa memberi pertolongan kecuali Allah Azza wa Jalla?

Mulai saat ini, mulai hari ini, saudaraku.. Ketika raga masih Allah ijinkan untuk merebah di pembaringan yang nyaman, pejamkanlah mata dan ingat-ingatlah apa yang sudah kita berikan untuk Al-Aqsa dan Palestina.. Apakah doa, suara, tulisan atau harta benda..

Sudah memberi? Bersyukurlah kepada Allah Yang Maha Cinta  karena telah mengijinkan kita beramal shalih..

Belum memberi? Maka beristighfarlah.. Mohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengasih atas kelalaian kita..

Semoga Allah swt senantiasa menjaga kita dalam kebaikan..

Shalawat dan salam bagi Rasulullah Muhammad saw..

Salam Takzim,
Hj. Nurjanah Hulwani, S.Ag, M.E.
(Ketua Adara Relief International)

--------------------------------------

Salurkan donasi terbaik Bapak/Ibu/Saudara/i untuk Al-Aqsha dan Palestina ke nomor rekening atas nama Adara Relief International:

1. Bank Muamalat 3090002717
2. Bank Mandiri  070-000-5658799


Konfirmasi transfer:
Rahmah +6281252039110

Rewrite,
Anita Sari Sukardi

Pantai Sedahan, Jogjakarta

Apa yang sudah ditakdirkan untukmu, pasti akan datang kepadamu. Dan apa yang tidak ditakdirkan untukmu sekali-kali kamu tak akan pernah memilikinya.

***

Jenuh mulai melanda jiwa yang gersang saat itu. Nyaris 2 minggu aku di kampung halaman tanpa dolan-dolan (aka jalan-jalan). Tak akan pernah disangka dan dinyana bahwa seseorang yang telah menghilang 5 tahun kembali mengajak mantai.

Dan begitulah aku pecinta pantai, pecinta alam akhirnya memutuskan untuk ikut mantai dengan pertanyaan hati yang lengkap dari A-Z. Karena aku berjodoh dengan pantai ini, akhirnya akupun jumpa dengannya.

Kata pepatah, "Butuh perjuangan maksimal agar kita mendapatkan yang terbaik pula". Persis seperti itu aku dan mereka akhirnya bisa menikmati keindahan pantai yang super duper elok. Tak hanya itu, sedari dulu aku ingin sekali melihat bintang jatuh. Malam itu, tepat di bawah ribuan gugusan bintang serta diselimuti dinginnya angin yang berhembus aku melihat bintang jatuh. Ah membuat speechless memang.

Diiringi desir pantai yang beradu serta angin pantai berbisik, pikiran ini kembali memutar memori-nya, "Kenapa kisah ini menjadi seperti ini?". Kenapa Allah mempertemukanku kembali dengannya, adakah yang masih tertinggal dari kami? Adakah kisah kami memang belum selesai? Aku masih penasaran hingga saat ini. Penasaran kenapa Tuhan menjumpakan aku dengannya 9 tahun yang kemudian memisahkan kami selama 5 tahun. Rasanya seperti perantau yang pada akhirnya kembali ke rumah asal. Sekiranya memang ada sesuatu yang Tuhan mau dari kami, semoga itu adalah hal terbaik menurut-Nya. Hal yang membuat kami menjadi semakin bisa menghamba, semakin taat pada-Nya, dan semakin bermanfaat untuk siapa saja. Bukan malah menjauh, sehingga kami bergelimpangan dosa.

Ramadhan, 1438H - Juni, 2017 | ©www.anitasarisukardi.com
In Memories: Nurindriyan Bintang Pamungkas
Image source: Personal Album

Ucapan Idul Fitri
Sekiranya Ramadhan ini belum menjadi akhir ikhtiar kita. Maka setidaknya biarkanlah Ramadhan ini menjadi awal untuk semua ikhtiar kita.


Alhamdulillah masih bisa merasakan 1 Syawal, merasakan hari kemenangan. Astagfirullah belum maksimalnya memanfatkan bulan Ramadhan. Masih banyak cacat sana-sini. Pernah aku membaca kutipan yang kurang lebih seperti ini.

Bagi aku sendiri yang tiap hari mencoba untuk lebih baik dari hari yang telah lalu, dan mencoba untuk lebih bisa bermanfaat rasa-rasanya kedua moment tersebut benar adanya. Karena tak ada yang pernah salah pada kedua kondisi tersebut dan tak ada yang tahu persis mana sebenarnya yang terjadi. Kita hanya perlu meyakinkan diri bahwa kita mampu untuk menjadi lebih baik dan kita selalu mempunyai kesempatan untuk berubah.

Akhir kata, saya Anita Sari Sukardi mengucapkan Taqabbalallahu minna wa minkum, Barakallah fiikum. Lidah dan tutur kata ini memang tak kokoh seperti baja, namun tajam seperti pisau. Raga ini ini tak sepenuhnya anggun dalam bersikap sehingga kadang melukai jiwa teman-teman. Mohon maaf lahir dan batin teman-teman. Semoga Allah menerima seluruh amal yang kita ikhtiarkan dan usahakan. Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah pada kita semua akan nikmatnya menjadi seorang Hamba, dan menjadi muslim. Semoga kita masih dipertemukan dengan Ramadhan mendatang. Semoga Allah masih memberikan kesempatan pada kita untuk mendulang bekal untuk berpulang. Amin Ya Allah Ya Rabb, Ya Rahman, Ya Rahim, Ya Ghaniy.

Boyolali, 1 Juli 2017 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Personal Album


Tak ada satu pun orang di dunia ini yang tidak menginginkan seorang anak yang menghafal quran.
#SerialBaca
Maraknya fenomena penghafal quran dekade ini begitu menelisik hati saya untuk bercita-cita memiliki anak-anak penghafal quran. Jujur dari diri saya sendiri sebenarnya bukan karena penghafal quran lagi ngehits, atau iming-iming imbalan akhirat yang akan didapat (meskipun berharap juga). Alasan utama saya adalah agar anak-anak dan keturunan saya kelak di akhirat tidak akan pernah menyesal sudah berjuang di dunia ini, menjadi manusia yang bermanfaat, menjadi bagian dari kebangkitan Islam tentunya.

Saya sadar betul akan kekurangan saya. Karena itulah, insyaallah saya akan melakukan yang terbaik untuk kehidupan saya sendiri.

Nah dari beberapa penelusuran informasi, belajar dari orang tua-orang tua kece ternyata jika memang serius ingin anaknya menjadi apa, kitanya sendiri juga harus serius. Berikut ini adalah mempersiapkan anak menjadi penghafal quran versi Ustad La Ode Abu Hanafi aka Ayah Musa (Hafidz Cilik). Musa mampu menghafal quran di usianya yang relatif kecil. 5,5 ~ 6,5 tahun.
  1. Mencarikan ibu yang sholeh
    • Sudah menikah  = seorang istri harus senantiasa memperbagus atau mempersoleh dirinya sendiri.
    • Belum menikah = menyiapkan dan memantaskan diri.
  2. Daily activity at home
    • Yang dibaca      = quran, cerita-cerita orang sholeh, kisah-kisah sejarah atau tafsir quran. Yang jelas apa yang dibaca anak, adalah hal-hal yang bermanfaat, yang membuatnya cerdas dan yang Allah meridhainya.
    • Yang didengar  = quran
    • Yang dilihat     = hal-hal yang baik, yang tidak memperlihatkan aurat, dan yang berfaedah.
  3. Protect terhadap teman main anak
  4. "Kesolehan anak tergantung pada lingkungan (teman mainnya)", merupakan kutipan yang saya peroleh dari ayah Musa. Menurut saya sendiri hal ini memang betul, karena dari pengamatan saya anak-anak akan bertingkah dan berfikir seperti teman-temannya. Lantas apakah kita akan melarang anak-anak kita untuk berteman saking takutnya sang anak akan berakhlak yang kurang baik? T I D A K. Justru hal ini yang akan menjadi tantangan untuk kita, bagaimana kita mampu mengatur, membatasi dan memilihkan teman bermain untuk anak-anak kita.

Pola Keseharian Yang Diterapkan
  1. Jam 02.30 pagi sudah bangun kemudian wudhu dan langsung muroja’ah di depan Abinya sampai jam 04.00 pagi.
  2. Kemudian menambah hafalan barunya dan menyetorkannya sampai Adzan Subuh berkumandang. Kemudian di stop untuk sholat.
  3. Selesai sholat langsung tambah hafalan dan stok sampai jam 07.30 pagi, kemudian istirahat (sarapan, minum dan main) sampai jam 8.30.
  4. Kemudian muroja’ah sampai jam 10.00 atau 10.30 memperhatikan maju mundurnya waktu sholat.
  5. Jam 10.00 atau 10.30 wajib tidur sampai Adzan Dzuhur berkumandang, kemudian ke masjid.
  6. Setelah sholat, tambah hafalan baru dan stok sampai jam 13.30 siang, kemudian istirahat dan makan siang sampai jam 14.00 siang. Kemudian muroja’ah sampai Ashar.
  7. Setelah Ashar, tambah hafalan baru dan muroja’ah sampai jam 17.00 sore.
  8. Kemudian main sebentar dan umumnya menyiapkan untuk pergi ke mesjid sholat Maghrib.
  9. Setelah Maghrib muroja’ah sampai Isya’ dan makan malamnya setelah sholat Isya’, terkadang muroja’ah sampai mendekati waktu Isya dan langsung makan malam, (baru sholat Isya’-red).
  10. Setelah sholat Isya’ harus tidur.
  11. Tiap 4 atau 5 hari dia libur. Pada hari libur tersebut, Musa full bermain.

Boyolali (Solo), 22 Juni 2017 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: islamicity.org



Tak ada yang lebih berharga selain Islam di hati saat ini. Dulu sebelum datangnya pemahaman, pernah aku malu dengan agama ini. Malu untuk menutup aurat, malu untuk tidak berjabat tangan selain dengan mahram, malu memakai baju yang gombrong-gombrong, dan masih banyak hal lainnya.

Begitu beruntungnya aku karena Allah telah memberikan hidayah yang tak pernah terputus dari kehidupanku, pemahaman dari setiap apa yang aku pelajari dan orang-orang salih yang berada di sekitarku. Alhamdulillah.

Jika kalian bertanya padaku apakah aku bangga menjadi muslim saat ini. Akan aku jawab IYA dan aku mencintai Agama ini. Bahkan aku tak mempunyai alasan untuk Tidak Bangga Menjadi Muslim, menjadi bagian dari Agama ini. Karena agama ini begitu sempurna yang tak ada celah sedikitpun menurutku.

Hanya saja mungkin berbeda pendapat dengan orang lain. Aku paham jika orang lain akan berpendapat berbeda tentang Agama ini. Mungkin jika ada yang masih merasakan hampa menjadi seorang muslim maka perlu kembali mengingat dan menelaah terjemah ayat berikut ini:
Dan janganlah mengikuti apapun yang kamu tidak memiliki ilmu (pengetahuan) tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan dimintai pertanggungjawaban. (QS. Al Isra : 36) 

Pada ayat itu kita diharuskan untuk belajar dan memahami segala hal terlebih dahulu sebelum bertindak, sebelum menentukan sikap. Bukankah cinta itu timbul dari suatu pemahaman? Maka selamat menemukan puzzle-puzzle kehidupan ini teman-teman. Selamat menyelami keindahan menjadi Muslim.

Jakarta, 14 Juni 2017 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Unknown



Gerakan Koin Adara

"Apa sih pentingnya Palestina? Apa hubungannya palestina dengan Indonesia? Kenapa sih kita harus membantu Palestina? Bukankah urusan dalam negeri saja masih sulit?"

Itu adalah berderet pertanyaan yang muncul dari kebanyakan orang. Coba deh temen-temen play video di bawah ini. Nah sudah terjawab kan? Kalau belum silakan memberikan komentar di posting ini saja ya.



Oke lanjut. Tanpa bertele-tele di sini saya ingin mengajak teman-teman yang merasa terganggu dengan uang recehan, merasa uang receh tidak begitu penting, dan merasa uangnya sudah terlalu banyak di kantong yuk bersama-sama dengan ikhlas menyimpan uang recehan tersebut untuk ikut andil gerakan #KOINADARA.

Apasih #KOINADARA?
So Koin Adara adalah kegiatan sosial dengan mendonasikan uang recehan yang kita punya untuk Palestina (berapapun nominalnya). Sampai kapan program ini dadakan? Selamanya sampai Palestina di tangan Umat Muslim. Jika donasi tidak berbentuk uang receh apakah bisa? Bisa, silahkan ditransfer melalui nomor rekening Koin Adara.

Nah, kemudian jika ada yang bertanya bagaimana prosedur bergabung menjadi anggota gerakan adara berikut adalah penjelasannya.

  1. Silahkan mendaftarkan diri kepada Ibu Vienna ke nomor 0813 1027 1758 (Phone / Whatsapp).
  2. Setelah terdaftar, maka anda akan dimasukkan ke dalam group whatsapp Gerakan Koin Adara.
  3. Setiap anggota mengumpulkan uang recehan atau kertas. Jika ingin membeli kencleng adara silahkan order melalui ibu Vienna.
  4. Menyerahkan hasil pengumpulan uang recehan atau kertas secara rutin (tiap 1  bulan, 2 bulan atau 3 bulan) ke Kantor Adara atau melalui transfer rekening atau menghubungi penyetor (team Adara) untuk penjemputan uang koin.
  5. Pastikan anda telah mendapatkan tanda terima dari Adara.
  6. Melakukan konfirmasi penyetoran uang ke ibu Anita di nomor 0856 898 0008.
Prosedur Gerakan Koin Adara

Jakarta, 04 Mei 2017 | ©www.anitasarisukardi.com
Image & Video Source: Adara 



Ramadhan 2017

Hey guys, sedang hunting pahala di bulan Ramadhan? Ikutan kegiatan yang diadakan oleh Adara yuk! Adara punya beberapa program nih. Antara lain sebagai berikut:

1. Kegiatan Berbuka Puasa di Masjid Al-Aqsha untuk 1000 orang dengan biaya Rp 100.000,00 (seratus ribu) per orang.

2. Program Berbagi Kiswatul  Ied (bingkisan lebaran) untuk 200 anak di kota Al-Quds dengan biaya Rp 500.000,00 (lima ratus ribu) per anak.

3. Infak
Partisipasi Ditunggu hingga tanggal 21 Mei pukul 12.00 WIB ke rekening Adara Relief International.

Partisipasi ditunggu hingga tanggal 21 Mei 2017 Pukul 12.00 WIB melalui rekening Adara Relief Internasional

Bank Muamalat an Adara Relief Internasional | 3090002717
Bank Mandiri an Adara Relief Internasional | 070.000.5658799



Informasi Lebih Lanjut Hubungi :
Rahma | 081252039110

Peluncuran Gerakan Koin Adara

Adara Relief International, sebuah lembaga sosial yang peduli pada anak dan perempuan Palestina meluncurkan gerakan Koin Untuk Senyum Palestina di Jakarta (4/5/2017). Acara yang dihadiri oleh sejumlah pimpinan majelis taklim, ormas dan komunitas perempuan ini bertujuan untuk menjaring lebih banyak lagi masyarakat yang peduli pada urusan  bangsa Palestina. 

"Kami ingin membangun kesadaran masyarakat luas, khususnya kaum muslim, bahwa koin yang selama ini diidentikkan dengan recehan bisa bermakna juga buat saudara-saudara kita di Palestina. Untuk menyumbang tidak harus mesti punya uang banyak tapi dari kalangan manapun bisa menyumbang," jelas Ketua Adara Relief International, Nurjanah Hulwani, S.Ag, M.E.  

Dalam paparannya, Nurjanah menyampaikan bahwa urusan Palestina adalah juga urusan umat Islam. "Semoga gerakan koin ini bukan hanya sekedar mengajak pribadi atau komunitas untuk berdonasi secara masif dengan recehan tetapi para donatur ini juga bisa menjadi media untuk menyebarluaskan penderitaan dan perjuangan bangsa Palestina ke jaringannya masing-masing," tambah Nurjanah.

Dalam acara peluncuran Gerakan Koin untuk Senyum Palestina juga disosialisasikan sejumlah program bantuan, seperti program bantuan pendidikan, kesehatan dan keselamatan bagi anak-anak Palestina. "Untuk program bantuan pendidikan misalnya, dari 1000 anak Palestina usia sekolah, kami mencoba memfasilitasi sebagian anak untuk mendapat bantuan pendidikan dengan kebutuhan Rp 8 juta/anak/tahun," jelas Nurjanah.

Adara Relief International akan terus berjuang untuk mengajak umat Islam khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya untuk membantu perjuangan bangsa Palestina untuk merebut kembali hak-hak mereka yang dirampas penjajah zionis Israel dan upaya mereka menjaga masjid Al-Aqsha.  

"Semoga Gerakan Koin untuk Senyum Palestina ini mendapat respon dari masyarakat Indonesia dan mereka yang bergabung dalam gerakan ini selalu mendapatkan keberkahan sebagaimana tagline program 'Bersama Koin Kita Raih Keberkahan'," harap Nurjanah dalam kalimat pemungkas. (Humas Adara)



Jakarta, Mei 2017 | ©www.adararelief.com
Image Souce: Personal Album

Ikhlas

Ikhlas adalah wujud sebuah Keyakinan Mutlak, pada Sang Maha Mutlak.
Ikhlas adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah.
Ikhlas itu adalah ketika engkau sanggup berlari melawan dan mengejar,
namun engkau memilih patuh dan tunduk.
Ikhlas adalah sebuah kekuatan menundukkan diri sendiri, dan semua yang engkau cintai.
Ikhlas adalah memilih jalan-Nya, bukan karena engkau terpojok tak punya jalan lain.
Ikhlas bukan lari dari kenyataan. Ikhlas bukan karena terpaksa.
Ikhlas bukan merasionalisasi tindakan, bukan mengkalkulasi hasil akhir
Ikhlas tak pernah berhitung,tak pernah pula menepuk dada.
Ikhlas itu Tangga menuju-Nya.
Mendengar Perintah-Nya.

www.anitasarisukardi.com
[image source: Original captured by Anita Sari Sukardi]

Alasan Perantau

Merantaulah. Karena ilmu itu seluas alam semesta, setinggi langit ke tujuh. Dan tak akan kita dapati sesuatu jika kita hanya berdiam dalam sangkar. - @nithairas

Ada banyak alasan seseorang memutuskan merantau. Secara garis besar kita akan menjumpai dua alasan besar seseorang merantau, yaitu untuk Pendidikan atau Pekerjaan yang lebih baik dan lebih menjanjikan untuk masa depan.

Lambat menaun seorang yang merantau karena pendidikan pastinya akan selesai pendidikannya. Kemudian orang yang merantau karena pekerjaan lambat menaun akan memiliki tabungan yang cukup untuk diri sendiri & keluarga. Lantas akankah sampai di situ? Tentu saja tidak. Apakah segera memutuskan kembali ke kampung halaman? Hal ini merupakan pertanyaan yang pelik untuk anak rantau memang. Beberapa dari kami memang ada yang memutuskan langsung kembali ke kampung halaman dengan alasan antara lain permintaan kedua orang tua untuk segera pulang, perubahan status (aka. Pernikahan), dan kecukupan finansial yang bisa membuat kami survive di kampung halaman.

Di sisi lain, bagi kami yang sulit untuk memutuskan segera pulang ke kampung halaman bukan karena kami tak ingin kembali atau kami tak ingin memajukan daerah asal kami. Namun karena pertimbangan-pertimbangan pelik yang bersarang di kepala kami. Kondisi kesiapan pribadi, baik dari segi penerimaan kekecewaan masa lalu yang terjadi di kampung halaman, kemudian finansial (termasuk jabatan) maupun behavior yang sudah tercipta di tempat rantau menjadi tolak ukur yang kemudian berlanjur ke sosial zone. Misalnya hal yang bisa dibawa untuk daerah asal, hal yang bisa dilakukan untuk daerah asal kedepannya. Kedua point ini memang tidak mudah, bahkan sangat sulit buat saya sendiri.

Sayangnya karena alasan-alasan yang tidak bisa dijabarkan ini, banyak orang yang hanya memandang sebelah mata. Misalnya munafik, durhaka dengan kampung halaman, sudah menemukan dunia baru, or else yang masih panjang dan njlimet. Padahal kita sebagai makhluk Allah paling sempurna dan yang berakal seharusnya kita lebih paham. "Di mana pun bumi dipijak, disitulah saya bermanfaat" - @nithairas

Ketika kita berfikir lebih luas seperti kutipan yang baru saya sebutkan, maka apa yang kita takut dan risaukan lambat laun akan menjadi oksigen yang memberi kita ruang untuk lebih bermakna.

Jakarta, 2017 | ©www.anitasarisukardi.com


Image Source: Personal Album