"Adapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia, akan tetap ada di bumi."
(Penggalan QS. Ar Ra'd : 17)

Komunikasi

#SerialLiqo
Dalam hidup bermasyakat komunikasi menjadi point utama. Komunikasi memegang peranan penting apakah hal yang disampaikan dapat diterima sehingga memberikan impact yang diharapkan, atau hal yang disampaikan hanya menjadi angin lalu.

Berikut ini adalah beberapa adab dalam berbicara kepada orang lain:
  1. Berbicara yang jelas
  2. Berbicara dengan jelas, sehingga pendengar memahami apa yang dibicarakan. Salah satu teladan yang bisa kita ambil dari sikap rasulullah adalah rasul sedikit berbicara (hanya mengeluarkan kata yang penting atau berfaedah).
  3. Berbicara dengan ungkapan sederhana.
  4. Tidak diulang-ulang kecuali ada hal yang ingin ditekankan.
  5. Ucapan harus bagus, tidak menggunakan bahasa yang kotor dan munkar (jahat).
  6. Meninggalkan pembicaraan yang bukan kepentingannya.
  7. Menahan diri dari ucapan jahat yang tidak membawa kemaslahatan.
  8. Maksudnya adalah jangan berdebat dengan para ahli kitab.
  9. Bersabat dalam berdialog dengan orang-orang bodoh atau jahil.
  10. Menjauhi tempat-tempat Kejahatan.

Adapun adab kita sebagai pendengar, adalah sebagai berikut:
  1. Diam & mendengarkan sehingga paham.
  2. Tidak memotong pembicaraan orang lain.
  3. Menghadapkan wajah kepada pembicara (selama masih dalam koridor syariah dan tidak berpaling darinya).
  4. Tidak menampakkan sikap yang berbeda.
  5. Tidak menampakkan diri bahwa kita lebih alim (berilmu).

Jakarta, 15 Oktober 2017 | ©www.anitasarisukardi.com
Speaker : Ustadzah Candrawati
Image Source : Unkown

Pantai Anyer

Pantai anyer menyisakan bukti akan sejarah Indonesia. Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Anyer Panarukan adalah jalan raya sepanjang 1000 KM yang dibangun pada pemerintahan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels (1809-1810). Sampai saat ini Jalan raya itu menyisakan sakit dan pilu yang mendalam. Karena sejarah mencatat Pembangunan jalan raya itu sangat kejam, banyak warga pribumi meninggal.

***
Sesampainya di laut ku khabarkan semuanya,
Kepada karang kepada ombak kepada matahari,
Tetapi semua diam, tetapi semua bisu,
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit,
Barangkali di sana ada jawabnya,
Mengapa di tanahku terjadi bencana,

Mungkin Tuhan mulai bosan,
Melihat tingkah kita yang selalu,
Salah dan bangga dengan dosa-dosa,
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita,
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang,
- Lirik by Ebiet G. Ade

Lagu yang tepat untuk tempat yang tepat. Kali ini adalah liburan saya ke Pantai Anyer. Liburan ini terhitung liburan tak terduga. Karena setelah menikmati senja di Pantai Ancol saya tidak mengagendakan liburan ke pantai.

Pantai Anyer

Travelling Ke Pantai Anyer
Bagi saya pantai adalah tempat yang membuat saya selalu terpukau, yah walaupun hanya tentang air dan langit. Tapi bagi saya sendiri pantai memberikan ruang sendiri dalam hati saya. Entah itu suasana bagus atau tidak.

Sunset di Pantai Anyer

Ada pepatah bilang "Adanya kamu, pasti ada suatu hal yang tersembunyi di dalamnya. Kamu yang akan memberikan manfaat atau kamu diberi manfaat olehnya atau bahkan keduanya". Perjalanan ini pula yang memberikan saya pemahaman lebih mendalam tentang "EGO".

Ego adalah sistem kepribadian yang bertindak sebagai pengarah individu kepada objek dari kenyataan dan menjalankan fungsinya berdasarkan prinsip kenyataan (Koeswara 1991: 33-34). Ego tampak sebagai pikiran dan pertimbangan (Ahmadi 1992: 152). Tugas ego adalah untuk mempertahankan kepribadiannya sendiri dan menjamin penyesuaian dengan alam sekitar (Bertens 2002: 71).

Saat itu kami mendapatkan masalah yang cukup seru. Dari masalah tersebut saya mampu menilai, bahwa begitu besarnya ciptaan Tuhan. Begitu kita terlalu kerdil untuk tidak mau menghamba kepadanya. Kami hanya beberapa orang, namun cara kami memandang dan menyelesaikan masalah begitu beragam. Ada si A yang bertahan dengan aturan perdunia bisnisan, ada B yang bertahan dengan emphaty yang besar. Ada lagi yang lain memandang kedua penalaran sikap di sisi tengahnya. Dan masih banyak lagi pendapat yang lain.

Lantas ego yang seperti apakah yang baik? Menurut saya pribadi tak ada ego yang terbaik, namun ego yang betul adalah ego yang kita sandarkan kepada mau-nya Tuhan, ridha-nya Tuhan. Dengan hal itu kita mampu bersikap sebagaimana menjadi manusia yang memberikan banyak manfaat, bukan menjadi manusia yang merusak dan menyakiti makhluk lain.


Jakarta, 10 Oktober 2017 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source:  Personal Album


Training for Trainer

Tiba-tiba undangan itu masuk ke whatsappku. Tanpa ragu akupun menyambut dengan suka cita undangan itu. Maklum karena materinya adalah Palestina.

Jangan pernah melewatkan kesempatan (amanah) karena barang kali kesempatan itulah yang membawamu ke pintu Surga-Nya.
- Anita Sari Sukardi
***

Sayangnya aku hanya bisa hadir satu hari. Namun satu hari saja membuatku sangat bersyukur, begitu juga peserta yang lain pastinya. Sebagian peserta adalah ibu-ibu yang usianya jauh lebih tua dari aku. Namun semangatnya Masyaallah.

Aku merasa begitu kecil, selain kalahnya semangatku dibanding peserta yang lain masih banyak hal yang perlu aku punya setelahnya. Aku harus belajar lebih banyak. Aku harus bermanfaat lebih serius dan konsisten. Dan aku harus memanfaatkan kemampuanku di bidang Information Technology ini.


Training for Trainers Palestine

Tak ada air mata yang sia-sia pada hari itu. "Kemenangan tak akan pernah digapai seorang diri, kemenangan akan terjadi jika Allah menginginkannya menang".  Kami berjuang bersama. Ikut andil bersama dalam kemenangan ini. Kemenangan yang tak akan lama lagi.

Apa yang akan berbeda dengan adanya kamu dalam kegiatan/acara ini? Mengapa kamu perlu ada? Mengapa kamu dan bukan orang lain sementara setiap orang di sini memiliki kesempatan yang sama?”
- Novioctavia
Dan aku percaya, pasti akan ada suatu hal baik yang akan terjadi. Meskipun kecil namun pasti. Berbahagialah karena Allah memilih kita berada di tempat ini, di detik ini.

Jakarta, 26 September 2017 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Adara & Personal Album


Berhijrah

Apabila ketika kamu mencoba memperbaiki diri, mulai belajar berhijrah lantas orang-orang di sekitarmu menolakmu atau butuh penyesuaian denganmu lantas apa yang akan kau perbuat?

 ***

Saya yakin bagi teman-teman yang berpadangan lurus atau yang mungkin mengabaikan manfaat dan kerugian di sisi sosial, akan menjawab dengan tegas "Tinggalkan - yakinlah dengan jalanmu sendiri saat ini". Namun berbeda jika dengan seseorang yang jiwa sosial tinggi dan tipikal pemikir, tipikal yang ini adalah yakin bahwa Tuhan akan memberikan jalan yang terbaik. Apa yang ia usahakan nantinya akan berbuah manis. Dia yakin bahwa setiap jiwa yang ada pada diri manusia akan kembali kepada fitrahnya. Hanya saja ia menunggu Tuhan menggerakkan.

Ada kutipan menarik yang sempat saya baca yang bisa menggambarkan pernyataan ke dua di atas, "Janganlah sampai hijrahmu tidak menjadi kebaikan untuk dirimu sendiri maupun orang lain. Jangan sampai hijrahmu hanya untuk terlihat baik di depan orang lain. Maka semakin berhijrah kita akan menjadi semakin bermanfaat". Indah bukan?

Namun ketika kita berada di posisi ke pernyataan ke dua di atas, selalu ingatkan pada diri untuk jangan pernah sampai tersungkur. Katakan kepada diri untuk memberi dateline sampai kapan harus menunggu di titik itu. Yakinlah apabila melewati dateline yang kita tentukan tidak ada yang berubah atau keadaan menjadi lebih buruk maka akan ada orang lain yang membawa kebaikan itu. Bukankah hidayah masing-masing orang hanya Allah yang punya? Bukankah Allah-lah satu-satunya pemilik hati.

Jakarta, 22 September 2017 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Unknown

Jika Dakwah Tidak Sampai Kepada Kita
"Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah kuridhoi Islam itu sebagai agamamu."

QS. Al Maidah: 3

***

Aku berfikir keras, kenapa Allah menjunjung tinggi agama ini (Islam). Kutemukan beberapa fakta dan aku pun menggabungkan benang-benang merah tersebut. 

Sungguh hanya kuasa Allah-lah jika pada agama ini terdapat sistem Riwayat. Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) riwayat adalah uraian tentang segala sesuatu yang telah dialami (dijalankan) seseorang; biografi. Tidak seperti agama lain, di agama Islam penuturan sebuah kisah harus jelas dari siapa, turun ke siapa secara jelas, berurut dan tidak ada celah misalnya "katanya".

Sistem riwayat tersebut tercatat secara rapi, apik dan dapat dipertanggung jawabkan. Semua hal-hal yang wajib dan sunnah secara logis ada penjelasan-nya. Semua hal telah diajarkan Allah melalui Rasulullah Muhammad. Dan inilah mengapa Islam diturunkan di Mekkah (Arab), di Arab cara penyampaian pesan dilakukan secara jelas, dan cermat.

Jauhnya Islam diturunkan, lantas aku mengandai-andai. Sekiranya dulu Allah tak pernah memenangkan Islam di muka bumi ini. Bagaimana Indonesia bisa mengenal Islam? Bagaimana saat ini aku bisa tahu apa itu Islam? Ah sesak rasanya.

Apa iya aku bakal bisa mengenal Allah dan rasul? Apa iya aku bisa menyayangi orang tuaku seutuhnya? Apa iya aku akan bisa membaca quran? Apa iya aku bisa beribadah dengan benar? Apa iya aku bisa bersosial dan menghargai orang lain dengan baik?

Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah. Aku bersyukur jika baru sekarang mampu berhijrah, aku bersyukur bahwa akhirnya aku bisa terbangun dari lelap yang panjang untuk memahami agama ini. Karena aku yakin, masing-masing individu memiliki proses. Aku dan kalian pun begitu. Entah kita lslam karena keturunan atau Islam karena baru mengenal (mualaf) yang penting jangan pernah menyerah.

Jakarta, 19 September 2017 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Pinterest

Saturday School Session 2
Jika anak Adam meninggal, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.

(HR Muslim: 1631)
***

Siang itu Jakarta seperti terkena tumpahan panasnya neraka saudara. Dan jikalau kita memiliki begejibun agenda di luar pastilah kita akan merasa ogah-ogahan tak bersemangat. Hal itu pun tak luput dari kelemahan saya. Namun saya tetap berusaha melawan setan dan tetap datang ke lokasi Acara Potluck Ke 2 anak-anak BAPER untuk agenda Saturday School Session 2.

Team of Saturday School Session 2
Team of Saturday School Session 2

Jika saudara belum tahu apa itu Saturday School bisa stalking ke www.akuanakbaper.org saja ya. Saturday School Session 2 ini mungkin banyak hal yang baru. Tempat belajar, object yang diambil, tema dan konsep belajarnya.

Selain itu bagi saya sendiri Saturday School 2 merupakan kesempatan awal lagi untuk saya untuk menjadi pribadi yang berakhlak lebih baik dari sebelumnya. Jika di Saturday School 1 belum maksimal dan totalitas, mungkin saat ini adalah kesempatan untuk bisa totalitas. Mungkin sedikit memaksakan diri, namun apalah kita jika kita tidak mau memaksakan diri untuk hal yang baik. Toh dunia ini cuma tempat persinggahan sementara saja.

Alhamdulillah di Saturday School 2 ini, saya diamanahi menjadi Wakil Kepala Sekolah, hal ini adalah kesempatan yang Allah berikan kepada saya untuk belajar sebelum nantinya nanti Allah meridhai saya untuk memiliki sekolah sendiri. Cita-cita terbesar saya adalah mempunyai Yayasan (Nithairas Foundation) yang saya sendiri akan mengelolanya, mengawasinya dan memastikan bahwa yayasan ini berjalan sesuai dengan syariat islam (insyaallah).

Berbekal mimpi itu, semoga proses belajar dan mengumpulkan bekalnya Allah mudahkan. Allah kuatkan saya pada setiap ujiannya. "Ujian terberat seorang hamba adalah berperang dengan diri sendiri", dan semoga saya tak akan pernah kalah dengan diri saya sendiri.

Jakarta, 17 September 2017 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: BAPER Team


Kontak Adara Relief Internasional

Sesugguhnya hartamu bukan harta yang engkau simpan, melainkan harta yang engkau sedekahkan untuk orang lain.

Kenikmatan yang hakiki adalah ketika mampu membuat orang lain tersenyum, mereka tak lagi terpasung dengan kesulitannya.

Seperti yang kita tahu, konflik Palestina tidak akan pernah berhenti kecuali dunia ini akan segera berakhir. Lantas apa yang kita bisa lakukan?

Saya mengajak teman-teman semua untuk berdonasi melalui Adara Relief Internasional. Melalui Rekening di bawah ini:


Bank Muamalat : 3090002717
Bank Mandiri : 0700005658799
Bank Muamalat (Gerakan Koin) : 3090006360


 
Jakarta, Selasa 12 September 2017
www.anitasarisukardi.com
[image source: Adara Relief International, Anita Sari Sukardi]

Gerakan Koin Adara

Kesuksesan tidak akan pernah mengkhianati kerja keras.

Tidak terasa bulan ini sudah memasuki bulan ke-4 sejak diresmikannya gerakan KOINADARA. Siapa yang sangka jika kekuatan uang koin akan sekuat uang kertas? Jangan sekedar menilai besarnya nominal yang ada, namun mari kita nilai dari setiap ketulusan yang dihadirkan dari uang-uang tersebut.

Aktivitas gerakan KOINADARA akan direkap setiap 3 bulan sekali. Dalam rekap tersebut kita akan melihat bagaimana perkembangan gerakan KOINADARA ini. Perkenankan saya Anita Sari Sukardi, untuk melaporkan aktivitas bulan I Gerakan KOINADARA. 

Aktivitas Gerakan Koin Adara Bulan I

Alhamdulillah dari gambar di atas, nominal Gerakan KOINADARA tiap bulan semakin bertambah. Jika teman-teman berminat untuk ikut andil dalam perjuangan Palestina ini, silahkan buka tautan di bawah ini yaaa.

CARA BERGABUNG DENGAN GERAKAN KOIN ADARA!!!


Jakarta, Tuesday 29th August 2017
www.anitasarisukardi.com
[image source: Adara Relief International, Anita Sari Sukardi]

Kelas Inspirasi Jakarta 2017 (Angkatan 6)

Padamu anak-anakku, aku titipkan masa depan negeri ini di tangan kalian. Namun saat ini kalian di tangan kami.
- Anita Sari Sukardi

Aku yang sedang menikmati segarnya Ice Lecci (Minuman kesukaan pengganti Ice Kopi Hitam) di salah satu sudut di Cafe Bugis Kafetiam tersenyum mengingat kala itu.

Beginilah aku yang selalu menghabiskan cuti untuk kegiatan-kegiatan yang aku anggap spesial. Bagiku palestina, yatim, orang tua (sepuh), pendidikan dan kesehatan adalah kegiatan spesial itu. Jika kalian bertanya "Kenapa" mungkin aku hanya akan menjawab "Ya karena itu" karena aku yakin apabila aku menjelaskan panjang lebar kalian tetap tidak akan mengerti. Cukuplah aku saja kenapa aku memilih fokus hidup untuk itu.

Pelaksanaan kelas inspirasi pada Senin, 14 Agustus 2017 yang lalu. Hari-hari menjelang pelaksanaan KI cukup membuatku gila memang. Pekerjaan kantor yang menggila karena project yang aku pegang sudah masuk delay, dateline tugas kuliah yang tidak punya ampun sedikitpun, Ujian Akhir Semester yang mau tak mau harus diperjuangkan dengan mati-matian, sidang Proposal yang tidak kalah ikut andil, dan Kelas Inspirasi yang menanti dengan beberapa tugasnya.

Seiring dengan waktu yang berlalu, satu per satu proses itu terlewati dengan syukur. Alhamdulillah hari pelaksanaan kelas inspirasi pun berjalan dengan sukses. Aku kala itu selain sebagai inspirator diamanahi pula sebagai MC Closing. Aku mencoba memberikan yang terbaik yang aku bisa.


Ngajar SD Rawaterate 02 Kelas 5

Ngajar SD Rawaterate 02 Kelas 2

Tim Kelas Inspirasi Jakarta 2017 - Kelompok 04

Senyum anak-anak, harapan anak-anak, harapan ibu/bapak guru, dan harapan kami para inspirator. Menjadi penutup acara tersebut. Semoga Allah meridhai setiap langkah kecil yang kami semua ikhtiarkan. Semoga Allah mengampuni segala dosa, dan menerima taubat kami.

Jakarta, 25 Agustus 2017 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source : Personal Album

Senja Di Palestina

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

***

Begitu indah Allah mengisahkan tentang Al Aqsha. Al Aqsha menanti para pejuang yang lebih jauh. Masalah Palestina bukan hanya masalah umat Islam, bukan hanya masalah keimanan kaum muslimin, namun dia adalah juga masalah kemanusiaan.

Politik Apartheid diberlakukan Israel kepada warga Palestina, bangsa pewaris dan pemilik tanah para nabi yang telah mereka rampas..

Tahukah Engkau akan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan zionis Israel pada bangsa Palestina? Listrik hanya dinyalakan 4 jam dalam sehari, UU yang melegalkan Israel untuk memenjarakan anak-anak berusia minimal 12 tahun tanpa proses persidangan, pajak 40% dari penghasilan warga Palestina, teror dan penembakan di tempat bagi para pendemo, pemukulan dan pengusiran paksa kepada para penjaga masjid Al-Aqsa baik laki-laki maupun perempuan (murobithin dan murobithoh), penghinaan terhadap kesucian masjid Al-Aqsa.. Yang paling biadab adalah slogan mereka "one shoot for two" untuk menembak mati perempuan Palestina yang sedang hamil.

Dan masih banyak berbagai bentuk kejahatan kemanusiaan lainnya yang zionis Israel lakukan atas bangsa Palestina.

Siapakah sesungguhnya yang berperilaku teroris? Masihkah kita akan tinggal diam padahal kita mengetahui kezaliman yang dihadapi bangsa Palestina setiap saat?

Lakukan sesuatu, saudaraku.

Lakukan sesuatu seperti yang diamanahkan baginda Rasulullah saw kepada kita semua.

  عَنْ مَيْمُوْنَةَ مَوْلاَة النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم:أَنَّهَا قَالَتْ: يَا رَسُوْلَ اللهِ اَفْتِنَا فِي بَيْتِ الْمَقْدِسِ ، فَقَالَ: اِئْتُوْهُ فَصَلُّوا فِيهِ ــ وَكَانَتْ الْبِلاَدُ إِذْ ذَاكَ حَرْبًا ــ فَاِنْ لَمْ تَأْتُوْهُ فَابْعَثُوْا بِزَيْتٍ يُسْرَِجُ فِي قَنَادِيْلِهِ) رواه أحمد و أبو داود

Dari Maimunah, istri Rasulullah SAW ia bertanya, "Yaa Rasulullah, berilah kami fatwa tentang Baitul Maqdis." Rasul menjawab, "Pergilah dan sholatlah di sana -kondisi Palestina saat itu sedang terjadi perang-  jika kamu tak dapat pergi ke sana maka kirimkan minyak untuk menyalakan lampu-lampunya." (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Saudaraku yang dirahmati Allah.

Sesungguhnyalah banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina.

Pertama.. Pahamilah bahwa permasalahan Al-Aqsa, Al-Quds, dan Palestina bukan sekedar masalah sosial, ekonomi, kekerasan dan penjajahan. Namun ini adalah masalah keimanan pada Allah dan RasulNya, dan yang paling sederhana serta tidak perlu materi yang banyak adalah untaian doa tulus dan khusyuk bagi bangsa Palestina.

Kedua.. Bahwa kita semua setelah berdoa, harus turut menjaga dan menyuarakan Al-Aqsa, Al-Quds dan Palestina dengan berbagai cara agar tercatat di hadapan Allah bahwa kita turut menorehkan tinta emas dalam perjuangan bangsa Palestina menjaga tanah wakaf yang diberkahi.

Ketiga.. Siapapun kita.. Apapun peran dan potensi yang dimiliki, jadikanlah itu sebagai saham yang bisa kita sumbangkan untuk membela A-Aqsa dan Palestina.

Keempat.. Al-Aqsa dan Palestina memanggil kita semua, bahkan memanggil siapapun yang memiliki nurani untuk membantu perjuangan disana..

Mari saudaraku.. Kita bahu membahu, bersatu dan lupakan perbedaan yang kadung ada diantara kita untuk menolong saudara-saudara kita, bangsa Palestina, karena sesungguhnyalah kita yang membutuhkan mereka.. Merekalah -5 juta penduduk Palestina- sebagai garda terdepan bagi 1,7 milyar umat Islam sedunia, yang menjaga tanah wakaf yang diberkahi..

Allah Yang Maha Agung akan menolong hambaNya yang menolong saudaranya dari kesulitan.. Kelak kepada siapa kita akan memohon pertolongan di hari yang tiada sesiapapun bisa memberi pertolongan kecuali Allah Azza wa Jalla?

Mulai saat ini, mulai hari ini, saudaraku.. Ketika raga masih Allah ijinkan untuk merebah di pembaringan yang nyaman, pejamkanlah mata dan ingat-ingatlah apa yang sudah kita berikan untuk Al-Aqsa dan Palestina.. Apakah doa, suara, tulisan atau harta benda..

Sudah memberi? Bersyukurlah kepada Allah Yang Maha Cinta  karena telah mengijinkan kita beramal shalih..

Belum memberi? Maka beristighfarlah.. Mohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengasih atas kelalaian kita..

Semoga Allah swt senantiasa menjaga kita dalam kebaikan..

Shalawat dan salam bagi Rasulullah Muhammad saw..

Salam Takzim,
Hj. Nurjanah Hulwani, S.Ag, M.E.
(Ketua Adara Relief International)

--------------------------------------

Salurkan donasi terbaik Bapak/Ibu/Saudara/i untuk Al-Aqsha dan Palestina ke nomor rekening atas nama Adara Relief International:

1. Bank Muamalat 3090002717
2. Bank Mandiri  070-000-5658799


Konfirmasi transfer:
Rahmah +6281252039110

Rewrite,
Anita Sari Sukardi

Pantai Sedahan, Jogjakarta

Apa yang sudah ditakdirkan untukmu, pasti akan datang kepadamu. Dan apa yang tidak ditakdirkan untukmu sekali-kali kamu tak akan pernah memilikinya.

***

Jenuh mulai melanda jiwa yang gersang saat itu. Nyaris 2 minggu aku di kampung halaman tanpa dolan-dolan (aka jalan-jalan). Tak akan pernah disangka dan dinyana bahwa seseorang yang telah menghilang 5 tahun kembali mengajak mantai.

Dan begitulah aku pecinta pantai, pecinta alam akhirnya memutuskan untuk ikut mantai dengan pertanyaan hati yang lengkap dari A-Z. Karena aku berjodoh dengan pantai ini, akhirnya akupun jumpa dengannya.

Kata pepatah, "Butuh perjuangan maksimal agar kita mendapatkan yang terbaik pula". Persis seperti itu aku dan mereka akhirnya bisa menikmati keindahan pantai yang super duper elok. Tak hanya itu, sedari dulu aku ingin sekali melihat bintang jatuh. Malam itu, tepat di bawah ribuan gugusan bintang serta diselimuti dinginnya angin yang berhembus aku melihat bintang jatuh. Ah membuat speechless memang.

Diiringi desir pantai yang beradu serta angin pantai berbisik, pikiran ini kembali memutar memori-nya, "Kenapa kisah ini menjadi seperti ini?". Kenapa Allah mempertemukanku kembali dengannya, adakah yang masih tertinggal dari kami? Adakah kisah kami memang belum selesai? Aku masih penasaran hingga saat ini. Penasaran kenapa Tuhan menjumpakan aku dengannya 9 tahun yang kemudian memisahkan kami selama 5 tahun. Rasanya seperti perantau yang pada akhirnya kembali ke rumah asal. Sekiranya memang ada sesuatu yang Tuhan mau dari kami, semoga itu adalah hal terbaik menurut-Nya. Hal yang membuat kami menjadi semakin bisa menghamba, semakin taat pada-Nya, dan semakin bermanfaat untuk siapa saja. Bukan malah menjauh, sehingga kami bergelimpangan dosa.

Ramadhan, 1438H - Juni, 2017 | ©www.anitasarisukardi.com
In Memories: Nurindriyan Bintang Pamungkas
Image source: Personal Album

Ucapan Idul Fitri
Sekiranya Ramadhan ini belum menjadi akhir ikhtiar kita. Maka setidaknya biarkanlah Ramadhan ini menjadi awal untuk semua ikhtiar kita.


Alhamdulillah masih bisa merasakan 1 Syawal, merasakan hari kemenangan. Astagfirullah belum maksimalnya memanfatkan bulan Ramadhan. Masih banyak cacat sana-sini. Pernah aku membaca kutipan yang kurang lebih seperti ini.

Bagi aku sendiri yang tiap hari mencoba untuk lebih baik dari hari yang telah lalu, dan mencoba untuk lebih bisa bermanfaat rasa-rasanya kedua moment tersebut benar adanya. Karena tak ada yang pernah salah pada kedua kondisi tersebut dan tak ada yang tahu persis mana sebenarnya yang terjadi. Kita hanya perlu meyakinkan diri bahwa kita mampu untuk menjadi lebih baik dan kita selalu mempunyai kesempatan untuk berubah.

Akhir kata, saya Anita Sari Sukardi mengucapkan Taqabbalallahu minna wa minkum, Barakallah fiikum. Lidah dan tutur kata ini memang tak kokoh seperti baja, namun tajam seperti pisau. Raga ini ini tak sepenuhnya anggun dalam bersikap sehingga kadang melukai jiwa teman-teman. Mohon maaf lahir dan batin teman-teman. Semoga Allah menerima seluruh amal yang kita ikhtiarkan dan usahakan. Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah pada kita semua akan nikmatnya menjadi seorang Hamba, dan menjadi muslim. Semoga kita masih dipertemukan dengan Ramadhan mendatang. Semoga Allah masih memberikan kesempatan pada kita untuk mendulang bekal untuk berpulang. Amin Ya Allah Ya Rabb, Ya Rahman, Ya Rahim, Ya Ghaniy.

Boyolali, 1 Juli 2017 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Personal Album