"Adapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia, akan tetap ada di bumi."
(Penggalan QS. Ar Ra'd : 17)



Assalamu'alaikum.

Let me my story why i'm like BTS.
Awalnya aku tidak paham apa itu BTS meski aku sendiri sangat menyukai film maupun drama korea. BTS merupakan Boy Groub dari Korea. So kali ini ijinkan aku untuk bercerita bagaimana aku bisa menyukai mereka.

Tahun 2021 di mana aku sedang fakum ngeblog, saat itu pula aku merasa terpuruk. Semua hal terasa berat. 

Aku seorang ibu muda, dengan anak yg sekarang berumur 2,5 th. Dan aku diuji dengan kondisi penglihatan anakku tidak sempurna karena kerusakan jaringan otak. Aku dulunya seorang wanita kantoran, memutuskan berada di rumah untuk mengurus anak. Sayangnya semua tak berjalan lancar. Aku seringkali diremehkan lingkungan sekitar karena aku hanyalah ibu rumah tangga. Aku juga sering mendengar remehan tetangga maupun keluarga karena kondisi anakku. 

Dan mana kala aku berjuang dengan semua itu, aku hanya diberi nafkah sedikit oleh pasanganku untuk mencukupi segala keperluan rumah. Tentu saja nyaris tak ada sisa buat aku sendiri. 

Suatu hari terucap dari mulut pasanganku bahwa aku boros, tamak dan serakah.

Dunia serasa runtuh buatku. Setelah semua yang aku alami, aku perjuangkan, yang tersisa hanyalah  cacian. Lalu waktu itu aku mulai iseng lihat tiktok. Di sana ada video BTS berkeliaran. Ga tau kenapa waktu itu aku menangis. Aku melihat perjuangan mereka, betapa mereka bekerja keras dan tetap menuntut ilmu untuk bertahan hingga menjadi BTS seperti saat ini. Mereka memulai dari umur 2013 (Debut), beberapa tahunnya sudah mulai dengan latihan-latihan setiap hari. Hingga saat ini 2022 mereka dikenal seluruh dunia. 9 Tahun berlalu.

Jika seorang Min Yoongi memulai musiknya di usia 7 tahun, maka dia sudah berjuang selama lebih dari 15 tahun untuk menjadikannya Min Yoongi saat ini. Suga saat ini. Dan AgustD saat ini.

Dari situ aku mulai bangkit lagi. Aku bilang sama diri sendiri. "It's okey anita. Ayo kita cari kebahagiaan. Ayo kita berjuang lebih keras dan lebih lama."

Thank you BTS for your spirit. Thank you.

Aku kemudian mulai membongkar isi rumah. Aku menata kembali mesin jahit pemberian abah dan mama dulu. Lalu aku mulai beranikan diri untuk mengabarkan ke groub perumahan. Alhamdulillah, satu persatu pekerjaan datang.

Please welcoming my honor.
ASA Tailor.

I'm not ARMY.
Yes! Karena aku ngerasa tidak pantas jadi army. Aku cuma bisa nonton video BTS via streaming. Aku juga belum bisa beli-beli foto produk- produk BTS apalagi nonton konsernya (Aku belum pernah nonton konser seumur hidup). Aku berharap BTS adalah satu-satunya konser yang aku tonton pertama dan terakhir kalinya dalam hidupku.

I'm only Anita Sari.


Cirebon, 7 Februari 2022 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Google 





Assalamu'alaikum.

Rasanya seperti keajaiban ketika kami akhirnya punya rumah sendiri. Siapa yang sangka bukan? Kami nikah hanya mempunyai sedikit tabungan, bahkan tidak sampai 5 juta. Tapi aku yakin dengan niat yang kuat dan kerja keras diiringi doa, Allah akan memberikan kita naungan yang nyaman dan layak.

Alhamdulillah di tahun 2021 kemarin kami punya rumah di cirebon. Kok di cirebon? Bukannya dulu tinggal di Bandung? Iya kebetulan akhir tahun suami dipindah kerja di cirebon. Sebelum pindah ke Cirebon pun kami jarang bertemu, paling cepat seminggu sekali.






Rumah kami ini type 36/60. Memang tidak besar namun cukup untuk kami bertiga. Apa yang kami butuhkan pun ada dalam rumah.

Rumah kami terdiri dari dua kamar, satu kamar mandi, dapur dan tempat makan, ruang tamu yang terletak di bagian luar, mushola kecil, kolam ikan, serta area jemur di bagian atas.

Rumah kami ini kebetulan rumah subsidi, jadi jika mau renov tidak bisa dibuat merubah bentuk rumah utama. Jikalau ingin merenov secara besar hanya bisa dilakukan setelah 5 tahun, misalnya dibuat dua lantai, menambah ruangan, ataupun mengganti tataletak rumah.

Alhamdulillah.


Cirebon, 24 Januari 2022 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Personal 

​



Assalamu'alaikum.

Suatu sore hari, adek iparku memulai percakapan dengan mamak "Mak akhirnya aku mendapatkan jawaban alasan kenapa temen-temenku jarang pulang ke rumah". Singkat cerita temannya pernah mengalami hal buruk di rumah. Karena hal itulah membuatnya enggan pulang ke rumah ketika ada libur kerja.


Lalu aku pun menimpali percakapan mereka, "Iya karena tidak semua orang kondisi keluarganya bahagia dan nyaman. Aku pun begitu sejak sebelum menikah aku jarang pulang ke rumah. Alasannya sederhana aku merasa pulang ataupun tidak pulang rasanya sama saja. Aku merasa sendirian. Namun kini Setelah menikah berbeda, pulang ke rumah terasa lebih hangat. Seperti dinanti ketika pulang."


Kenapa bisa demikian? Yah bisa jadi karena secara individual aku merasa kurang kasih sayang dan perhatian. Mungkin bukan aku saja, hampir semua orang begitu adanya. Perasaan ingin diperhatikan, dimanja, dan dilayani begitu lekat dalam diri manusia. Manusia merupakan makhluk yang membutuhkan makhluk lain.



Cirebon, 23 Januari 2022 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Google

 Assalamu'alaikum.

Wah ternyata sudah satu tahun penuh aku tidak menulis di blog.

Sebenarnya banyak hal yang terjadi di tahun 2021 kemarin. Sayangnya aku terlalu malas untuk menulis. Aku lebih banyak bertarung dengan pikiranku sendiri, selain itu mungkin karena semakin menua aku merasa jadi lebih cepat capek. Jalan sebentar capek, menggendong anak capek, bersih-bersih rumah capek, bahkan hanya tidur pun membuat badan capek.

Kali ini izinkan aku untuk memulai kembali menulis. Izinkan aku untuk mulai berani bermimpi lagi. Izinkan aku untuk kembali berjuang meraih segala mimpi yang kuinginkan ini.



Semoga di tahun ini aku tidak kalah dengan diriku sendiri, semoga semuanya tercapai. Namun kalau tidak tercapai pun tidak apa-apa. Karena gue juga sudah berusaha dengan keras!


Cirebon, 7 Januari 2022 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Personal

 


Siapa sangka gue yang saat ini menyandang sebagai Ibu Rumah Tangga akhirnya mampu membuat sebuah buku. Mimpi yang bertahun-tahun lalu, kini terasa sangat nyata.

Mana kala semua orang memandang gue sebelah sisi, merendahkan atau pun tak memberi apresiasi. Kini gue bisa menunjukkan bahwa gue mampu. Tuhan memberi kesempatan dan mengizinkan mimpi gue terwujud, meskipun belum sepenuhnya tulisan gue.

Buku ini merupakan karya bersama dengan teman-teman changesmakers dengan harapan semoga buku ini memberikan manfaat untuk diri sendiri maupun orang lain.

Penasaran dengan tulisan gue? Judulnya "Ku Kira Tuhan Itu Tidak Ada". Yuk pesan sekarang juga buku ini. Kalau teman-teman ingin menjadi reseller tentu saja bisa. Just call me ya.



Bandung, 23 Desember 2020 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Personal

 


Beberapa hari ini, gue kembali dengan beribu-ribu pertanyaan tentang kehidupan. Gue merasa belum cukup berbuat apapun sampai detik ini. Kaya raya belum, punya perusahaan yang bisa memperkerjakan orang lain pun belum.

Lalu gue kembali memikirkan keadaan ketika orang tua gue meninggal. Apa yang bakal bisa gue lakuin untuk mereka sekarang. Apa yang bisa gue lakuin untuk mereka manakala sudah meninggal. Gue mulai mengingat kembali kenangan-kenangan kebiasaan orang tua gue. 

Abah gue suka memberi sesuatu ke sanak saudara, entah uang atau berbentuk barang. Kalau emak gue suka berkunjung ke makam nenek dan kakek gue sembari bertemu dengan adik-adiknya. Akhirnya gue menyadari bahwa "Oh iya gue harus tetap melanjutkan kebaikan orang tua gue kepada orang-orang yang biasanya orang tua gue lakuin". Keduanya berat buat gue saat ini, karena gue belum mempunyai uang yang melimpah ruah. Semoga Allah memampukan gue untuk melakukan kebiasaan yang orang tua gue lakukan.

Itulah "Estafet Kebaikan", kebaikan yang terus dilakukan tanpa mengenal waktu dan ruang. Tugas kita adalah bagaimana cara kita membentuk kader untuk itu. Jikalau gue memahami estafet kebaikan ini dari membaca dan berfikir sendiri, mungkin akan berbeda jika hal ini gue turunkan ke anak gue. Gue harus memberikan pemahaman ke anak gue, sehingga dia mampu berfikir bahwa ini adalah tugas. Tugas yang dilakukan dengan kesadaran dan keimanan penuh kepada Allah tanpa berfikir bahwa tugas ini adalah suatu beban. Selain itu, estafet kebaikan ini harus dipersiapkan dari awal bagaimana memulainya agar estafet kebaikan ini terwujud, misalnya kita harus mempersiapkan materi (uang) dari sekarang agar kelak ketika melakukannya mudah. Caranya adalah dengan bekerja keras untuk menghasilkan uang. Lalu percayalah bahwa ketika kita sudah bekerja keras, Allah pasti akan mengabulkan segala yang kita minta.

Bandung, 18 Desember 2020 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Google

SIM Baru Indonesia


SIM gue sebulan lagi masa berlakunya habis. Karena gue takut kelupaan akhirnya gue perpanjang aja. Perpanjang SIM sebulan sebelum masanya. Awalnya gue bingung karena KTP dan SIM lama gue bukan alamat domisili yang sekarang, selain itu sekarang kan masih Korona. Gue sekarang tinggal di Bandung dan KTP gue Solo, sedangkan SIM lama gue Boyolali.

Setelah gue cari-cari informasi di dunia maya. Akhirnya gue ada harapan untuk memperpanjang SIM Luar Kota Di Bandung. Gue pilih lokasi perpanjang SIM di Gerai Utama Perpanjang SIM Online Bandung (Festival Citylink).
Gue berangkat pagi-pagi ke Festival Citylink dengan bawa bayi tentunya. Maklum bayi gue sepaket sama gue kalau kemana-mana. Gue agak cemas si kalau bakal diusir petugas karena bawa bayi tanpa bawa pendamping lain.

Sesampainya di sana emang sih muter-muter kaya gangsing. Gue harus ke lantai 2 melalui bagian paling belakang mall. Habis itu gue harus ke parkiran buat antri dengan menaruh SIM. Nah saat itu gue ditawarin tuh sama bapak-bapak buat diproses lebih cepet (calo dalam sepertinya). Cuma waktu itu gue bilang mau nyobain perpanjang sendiri dulu. Sambil nunggu antrian dipanggil buat antri lagi di depan loket untuk tes kesehatan. Sembari nunggu gue cerita tuh tentang calo sama suami, dan alhamdulillah suami bilang ga usah.



Lumayan agak bosan nunggu panggilannya. Gue hampir-hampir nyerah. Terus untungnya setelah rasa menyerah itu dipanggillah nama gue. Naik kemudian antri lagi di depan gerai. Anak gue udah mulai bosen, jadilah gue putuskan untuk ajak jalan-jalan di sekitaran. Apesnya toko-toko pada belum buka (Iyalah orang masih pagi).



Setelah beberapa lama, akhirnya gue dapat panggilan tes kesehatan. Alhamdulillah lancar. Meski anak gue teriak-teriak. Tes kesehatannya meliputi tes tekanan darah (tensi), tes mata, timbangan, dan tinggi badan. Setelah rangkaian tes kita harus membayar biaya tes sebesar Rp. 50.000,00. Dari tes kesehatan kita akan diberi satu bendel kertas dan SIM lama kita.

Bendelan berkas itu harus kita serahkan ke loket 2 yang kemudian kita menunggu antrian lagi untuk verifikasi dan pengisian form biru. Karena gue bawa bayi tanpa pendamping, petugas loket membantu gue. Gue cukup memberikan tanda tangan dan menjawab pertanyaan aja. Setelah berkas selesai kita akan dipanggil lagi untuk pembayaran sebesar Rp. 135.000,00 (SIM C) dan kita disuruh untuk menyerahkan formulir ke loket 5 untuk antri foto dan tanda tangan. Setelah foto dan tanda tangan kita harus menunggu lagi untuk panggilan hasil cetak SIM. Ketika cetak SIM kita akan ditanyai mau diberi laminasi biar awet atau tidak. Jika iya maka kita perlu membayar Rp.10.000,00.

Dan setelah hasil cetaknya jadi proses perpanjang SIM selesai. Nah SIM di Indonesia sekarang berbeda dengan yang dulu. Gue ga tahu sih kapan berubahnya. Jika dulu berwarna biru sekarang berwarna merah seperti gambar yang paling atas.

Semoga informasi ini membantu temen-temen yaaa. See you on my next stories.
Ah informasi ini membantu, bantu saya dengan subscribe youtube channel saya yah. Klik di SINI untuk linknya. Thank you.

Bandung, 20 November 2020 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Personal Album


Assalamu'alaikum wr.wb

Alhamdulillah hari ini Allah perkenankan saya untuk belajar mengenai komunikasi kepada orang lain, khususnya dalam keluarga. Berikut ini merupakan point-point yang dibahas oleh ustadz Aan.

  1. Orang tidak akan mati jikalau jatah umurnya belum habis.
    Dalam hal ini konteksnya sesehat apapun atau sesakit apapun jika waktu kita masih ada atau sudah habis, kita tidak tahu sedetik lagi yang akan terjadi.

  2. Gagaimana komunikasi terbaik dalam kehidupan?
    Komukasi dalam hidup yang baik adalah dengan mencontoh rasulullah. Karena Rasulullah merupakan manusia teladan untuk umat manusia. Begitu pula halnya jika ingin hidup penuh dengan keberkahan, manusia harus meniru rasulullah.

    Berkah berarti bertumbuh dalam kebaikan. Sehingga apabila kita sudah berumah tangga kita harus bertanya kepada diri sendiri. "Sudah berkahkah rumah tangga yang kita bangun ini? Seberapa manfaat yang kita berikan dari rumah tangga kita ini?"

    Lalu seberapa berkah rumah tangga kita? Apa indikator rumah tangga berkah itu? Ciri rumah tangga berkah itu?

    a. Ada kelembutan, Jiwa pemaaf & Musyawarah (Q.S. Al-Imran:159) 
    Jika kelembutan, hati yang memaafkan dan musyawarah sering dilakukan dan masih ada dalam rumah tangga kita, maka komunikasi masih bisa dibilang efektif.

    b. Ada kehangatan & Cinta
    Dalam keluarga harus ada kehangatan yang berorientasi kepada kedekatan antara suami/istri, ataupun antara anak dengan orang tua.

    c. Ada kebersamaan
    Misalnya olahraga bersama, ibadah bersama di antara anggota keluarga, dan kebersamaan dalam mencari ilmu.

    "Barangsiapa yang bangun malam dan membangunkan istrinya kemudian mereka berdua melaksanakan shalat dua rakaat secara bersama, maka mereka berdua akan dicatat sebagai orang yang selalu mengingat Allah Ta'ala.” (HR. Abu Daud)


  3. Lalu bagaimana berkomunikasi efektif itu?
    Hubungan antara keluarga berkah dengan komunikasi efektif itu berbanding lurus, keluarga berkah itu akan menghasilkan komunikasi yang efektif pula, dan begitu pula sebaliknya.

    Prinsipnya:
    a. Harmoni antara kata & Fakta (Q.S. As-Shaaf : 2-3)
    Senantiasa menyeleraskan kata yang diucapkan dengan kegiatan.

    b. Ucapan yang benar / Qaulan Sadiida (Q.S. An-Nisa:9)
    Ucapan yang benar, biasakanlah berkata dan berkomunikasi dengan ucapan yang benar dan tidak dusta.

    c. Qaulan Baliigha / Ucapan yang berbekas di hati (Q.S.An-Nisa:63) 
    d. Qaulan Ma'ruufan / Ucapan yang baik (Q.S. An-Nisa:5)
    e. Qaulan Layyinan / Ucapan yang lemah lembut (Q.S. Thaha:44)
    f. Qaulan Kariiman / Ucapan yang mulia (Q.S. Al-Isra:23)
    g. Qaulan Masyuura / Perkataan yang mudah & mudah dimengerti.


    Bandung, 1 November 2020 | ©www.anitasarisukardi.com
    Image Source: Google Picture

 


Program Alirkan Air Kekalkan Kebaikan kita merupakan program yang dibuat untuk pembuatan sumur dan instalasi air minum.

Israel telah menolak akses warga Palestina ke seluruh Sungai Yordan sejak 1967 yang menjadi salah satu sumber air utama. Menurut perkiraan yang berbeda, antara 80% hingga 85% air tanah di Tepi Barat digunakan oleh pemukim Israel. Israel juga telah memasang penjagaan dari banyak sumur dalam di sepanjang perbatasan Gaza, yang dengan cara ini mengekstraksi banyak air tanah sebelum mencapai Gaza.

Seluruh wilayah Palestina saat ini sulit untuk mendapatkan air bersih, termasuk wilayah 48 yang dijajah lebih dari 72 tahun. Bantuan wakaf sumur yang sahabat berikan akan sangat bermanfaat bagi kehidupan penduduk Palestina.

Dengan adanya program ini untuk saudara-saudara kita di Palestina, kita berharap agar warga Palestina tidak kesulitan lagi mendapatkan air bersih.

CARA BERDONASI

  1. Klik “Donate Sekarang” di website adara relief internasional (https://adararelief.com/fundraising/program-wakaf-sumur-di-gaza-palestina/)
  2. Masukkan jumlah donasi lalu klik “Donate Sekarang”.
  3. Isi data diri pada detail donasi.
  4. Pilih cara pembayaran lalu klik “Donasi Sekarang”.
  5. Lakukan konfirmasi donasi melalui WhatsApp ke nomor: 087780464183.
Sahabat Donatur juga bisa langsung melakukan transfer melalui rekening bantuan untuk Palestina a.n Yayasan Adara Relief International berikut ini:

Bank Muamalat 309-000-2717 / 309-000-6360 (Gerakan Koin)
Bank Mandiri 070-000-5658799


 

Beberapa lalu gue mengikuti kajian online bersama Ustadzah Ninih (Istri Aagym). Beliau menjelaskan mengenai kiat bahagia untuk muslimah.

Kurang lebih dari pemaparan beliau persis dengan pandangan gue, bahwa bahagia itu dicipta oleh pribadi (berasal dalam diri).

Kuncinya untuk menjadi muslimah bahagia adalah dengan 5 Jangan.

  1. Jangan terlena dalam kesedihan.
    Sebagai manusia pasti kita tak pernah luput dengan yang namanya kesedihan. Namun kita harus bisa segera bangkit. Ibarat kata "Kita hidup untuk di hari ini dan masa depan, bukan masa lalu."

  2. Jangan merasa ada dengki
    Baik disengaja atau tidak kita harus senantiasa berdoa agar Allah menghindarkan kita dari rasa dengki. Mana kala kita tidak sengaja mendengki/iri kita harus lekas beristighfar dan berdoa semoga Allah mengangkat rasa kedengkian ini.

  3. Jangan pernah putus asa dari rahmat Allah
    Terkdang memang apa yang kita inginkan tidak sejalan dengan takdir Allah. Namun kita tidak boleh berputus asa. Segala sesuatu yang ditetapkan Allah kepada kita pasti baik adanya.

  4. Jangan lupa bersyukur
    Jangan lupa bersyukur dengan hal kecil yang kita punya ataupun yang kita lakukan. Karena dengan bersyukurlah membuat kita kaya jiwa.

  5. Jangan lupa selalu beribadah.
    Sebagai umat maka kita tidak boleh terlepas dengan ibadah. Lebih bagus mana kala kita menyempurnakan amalan wajib kita dengan amalan-amalan sunnah yang diajarkan rasullullah untuk kita.

Bandung, 16 Oktober 2020 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Google Picture



Gue merasa ada sesuatu yang berbeda sejak aahva demam selama dua minggu (tiga bulan yang lalu). Gue merasa tak lagi bertatap muka dengan aahva. Namun, kala kontrol terakhir dokter mengatakan bahwa itu salah satu proses kesembuhan. Gue semakin hari semakin tak tenang, aahva sering kali terjeduk. Aahva pun sering jatuh ketika jalan. Sering marah-marah dan teriak-teriak.


Akhirnya gue memutuskan memeriksakan aahva. Gue periksa ke Prof. Dadang, dari hasil diagnosa beliau aahva menunjukkan gejala autis awal (ADHD). Beliau menyarankan gue untuk membawa aahva ke dokter tumbuh kembang anak. Gue syok. Gue tak pernah terfikir akan hal ini. 


Gue pun akhirnya membawa aahva ke dokter rujukan Prof. Dadang. Hasilnya pun sama, aahva didiagnosa ADHD. Gue terdiam, meski pake sesenggukan.


Gue ingat betul buku-buku yang gue baca, bahwa anak adalah satu ujian. Gue tak boleh terpuruk meski rasanya sesak. Gue menyesal beberapa waktu sebelumnya yang undercontrol, lupa yang namanya UJIAN. Ujian kali ini gue merasa terkena pukulan telak. Gue juga tak paham apa rasanya jadi suami gue. Akankah gue mampu dengan ujian ini? Akankah gue menyesali keadaan berlarut-larut? Ataukah gue beryukur dengan semua ini?


Saat ini aahva masih menjalani terapinya. Perlahan terdapat perubahan, meski untuk kefokusan penglihatan belum terlihat. Gue tahu betul kami harus membawa aahva untuk melakukan serangkaian tes mata dengan level tinggi. Namun apalah kita, kami masih terkendala dengan keuangan. 


Semoga Allah menguatkan kami akan ujian ini. Semoga Aahva bersyukur mempunyai gue sebagai ata dan mas riyan sebagai ayahnya.


Bandung, 19 Juni 2020 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Personal Album

Hai hai hai.
Sudah agak telat sepertinya ya.
Sowryyy.
So apa kabar di Tahun baru teman-teman?
Apa resolusi kalian di tahun 2020 ini?
Boleh-lah cerita-cerita sikit.

Untukmu yang sedang merangkai kegiatan 2020. Kalender muslim 2020 ini bisa dijadikan sebagai acuannya loh ya.




Bandung, 29 Maret 2020 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Google